Golkar Sentil PDIP soal Partai Penyeimbang: Kritik Semestinya Lebih Solutif Bukan Tambah Panas Situasi

Golkar Sentil PDIP soal Partai Penyeimbang: Kritik Semestinya Lebih Solutif Bukan Tambah Panas Situasi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - - Ketua DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, mengajak seluruh elite politik dan partai politik untuk menunjukkan kedewasaan, kejernihan berpikir, serta konsistensi sikap dalam menyikapi berbagai dinamika nasional yang berkembang belakangan ini.

Ia menilai, para elite politik perlu menghindari tindakan maupun ajakan yang berpotensi memicu ketegangan dan memperkeruh situasi politik nasional.

“Kritik sebaiknya disampaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan cara yang membuat keadaan makin panas, perlu ajakan yang lebih mendinginkan suasana supaya lebih mereda,” kata Misbakhun kepada wartawan, Minggu (21/6).

Misbakhun menegaskan, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

Karena itu, setiap pandangan yang disampaikan masyarakat, mahasiswa, tokoh nasional, maupun partai politik harus dihormati sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.

Ketua Komisi XI DPR RI tersebut juga meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik dan masukan.


Menurutnya, hal itu terlihat dari langkah pemerintah menindaklanjuti berbagai kritik terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemerintah mendengarkan banyak kritik dan masukan, buktinya MBG dilakukan upaya penegakan hukum,” ujarnya.

Misbakhun turut menanggapi sikap sejumlah elite PDI Perjuangan terhadap perkembangan politik nasional dan gelombang protes publik yang muncul belakangan ini.

Ia mengaku menghormati berbagai kritik yang dilontarkan kader PDIP kepada pemerintah.

Namun demikian, Misbakhun menilai sejumlah kritik tersebut belum banyak menghadirkan solusi konkret.

Padahal, PDIP memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan roda pemerintahan dan menghadapi berbagai persoalan kebangsaan yang kompleks.

“PDI Perjuangan pernah memiliki pengalaman panjang dalam mengopersionalkan pemerintahan dan kebijakan negara. Oleh karena itu, kritik yang disampaikan semestinya lebih matang, proporsional, dan solutif, bukan justru menambah panas situasi,” jelas Misbakhun.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kejelasan posisi politik partai-partai di tengah sistem ketatanegaraan Indonesia yang tidak mengenal oposisi formal.

Menurutnya, setiap partai seharusnya menentukan sikap secara tegas, apakah berada di dalam pemerintahan atau di luar kekuasaan.

Misbakhun menilai tidak tepat jika sebuah partai ingin ikut menikmati apresiasi publik ketika program pemerintah berhasil, tetapi segera mengambil jarak saat pemerintah menghadapi kebijakan yang sulit atau kurang populer.

Ia menyebut sikap semacam itu sebagai politik dua kaki yang tidak mencerminkan etika politik yang baik.

“Jangan memposisikan diri sebagai penyeimbang, tetapi ketika program pemerintah yang bagus diapresiasi juga ingin mendapatkan poin," tuturnya.

Politikus Partai Golkar itu menilai, masyarakat membutuhkan kejelasan sikap dari para partai politik. Baginya, konsistensi merupakan bagian penting dari pendidikan demokrasi bagi publik.

“Silakan berbeda pandangan dan memberi kritik, tetapi jangan sampai publik menangkap kesan adanya ambiguitas sikap politik. Konsistensi jauh lebih mendidik bagi rakyat dibanding sikap yang berubah-ubah mengikuti situasi,” urai Misbakhun.

Meski demikian, ia tetap mendorong seluruh kekuatan politik untuk mengedepankan semangat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Menurutnya, persoalan nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan saling menyalahkan, melainkan membutuhkan kontribusi pemikiran dan solusi dari semua pihak.

“Politik dengan wawasan kebangsaan dimana nilai-nilai kepentingan nasional harus di prioritaskan daripada kepentingan politik praktis populis,” pungkasnya

Sumber: jawapos 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google