Hubungan Jubir BEM Bersatu dengan Dasco Dipertanyakan, Kini Tuduh Tiyo Ardianto Ditunggangi

Hubungan Jubir BEM Bersatu dengan Dasco Dipertanyakan, Kini Tuduh Tiyo Ardianto Ditunggangi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - 
Hubungan Rahmat Djimbula juru bicara aliansi BEM Bersatu dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco kini menjadi sorotan.

Sekarang Rahmat justru menuduh Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto ditunggangi jaringan politik.

Nama Tiyo Ardianto kini memang tengah diperbincangkan di tengan gejolak protes masyarakat terhadap pemerintan Presiden Prabowo Subianto.

Terlebih ketika ia lantang menyuarakan kritik, Tiyo justru mendapat sejumlah teror.

Terbaru Tiyo memposting video temuan alat pelacak di mobil Pajero yang dikendarainya.

Rahmat Djimbula menuduh Tiyo ditunggangi jaringan politik, terbukti dengan kepemilikan mobil Fortuner tersebut.

"Tiyo Ardianto diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," katanya.

Menurutnya Fortuner hitam yang terdapat alat pelacak tersebut atas nama Siti Nuraeni yang disebut-sebut sebagai adik Letjen TNI Purnawirawan Setyo Sularso, besan dari Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Mobil Fortuner yang digunakan diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI Purnawirawan Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," katanya.

Sosok Rahmat Djimbula


Dilihat dari data pendidikan tinggi (PDDikti), Rahmat Djimbula merupakan mahasiswa program studi hukum di Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta.

Ia terdaftar sejak September 2022.

Dilihat dari akun Facebooknya, dia berasal dari Ambon, Maluku Tengah.

Usia Rahmat kini tercatat 24 tahun.

Dilihat dari akun Instagram BEM FHUIC, 2025 lalu memposting foto ucapan selamat untuk Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra yang kini menjadi Wakil Ketua DPR RI.

Entah apa hubungan Rahmat dengan Dasco.

"ohh bibit penjilat nyaa kuat banget," tulis akun fajri.

"Akun BEM apa dah ngucapin gini? Gaada urgensi nya anjir sama kegiatan kampus lo wkwkwkwkw," kata akun urkarma.

Kini Rahmat Djimbula menyatakan sikap atas nama aliansi BEM Bersatu mengkritik gerakan mahasiswa yang kini memprotes kebijakan pemerintah.

"Kami BEM Fakultas bersatu menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan," kata Rahmat Djimbula dilansir TribunnewsBogor.com dalam youtube Kompas TV.

"Kami menilai, sejumlah aksi mahasiswa mulai kehilangan arah. Ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi dan ketidakjelasin substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau disusupi agenda tertentu," sambungnya.

BEM Bersatu terdiri dari :

Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA: Wildan Ricky

BEM Fakultas Hukum UIJ: Muhammad Yani

Ketua BEM FISIP UNAS: Ardi Zulkifly

Ketua BEM Institut Al Aqidah: Ardiansyah

BEM Psikologi UNJ: Ahmad Ghazy

Ketua BEM FEB UNPAM: Alfi

Ketua BEM Hukum UIC (Jubir BEM Bersatu): Rahmat Djimbula

BEM F.IPS Unindra: Dicky

BEM Fakultas Teknik Universitas BSI: Ahmad

BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI: Rezky Anandar.

Anehnya kini sejumlah BEM di kampus-kampus yang diatasnamakan itu justru menyatakan sikap berbeda.

Lalu, siapa sebenarnya BEM Bersatu ?
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google