Prabowo Jadi Presiden Paling Banyak ke Luar Negeri, Dino Patti Jalal Sampaikan 5 Usulan

Prabowo Jadi Presiden Paling Banyak ke Luar Negeri, Dino Patti Jalal Sampaikan 5 Usulan

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Prabowo Jadi Presiden Paling Banyak ke Luar Negeri, Dino Patti Jalal Sampaikan 5 Usulan

GELORA.CO -
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal mengusulkan agar Presiden RI Prabowo Subianto mengurangi frekuensi kunjungan ke luar negeri dan memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh untuk menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, intensitas perjalanan luar negeri Prabowo sejak menjabat sebagai kepala negara cukup tinggi.

Hal ini disampaikan Dino melalui unggahan video di akun Instagram @dinopattidjalal, dikutip Minggu (31/5/2026).

Dino menyoroti frekuensi kunjungan tersebut telah menjadi perhatian publik karena dinilai berpotensi membebani anggaran negara.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” kata Dino.

Akibat tingginya intensitas perjalanan ke luar negeri, Dino pun mengamini asumsi masyarakat. Di mana, kunjungan kerja Prabowo ke luar negeri masuk dalam batas tak wajar.

"Tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran," ucapnya.

Biaya Besar


Selain itu, Dino mengatakan besarnya biaya yang harus dikeluarkan negara untuk setiap perjalanan kenegaraan Presiden ke luar negeri. Menurutnya, pengeluaran tersebut mencakup tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan, uang harian delegasi, hingga perangkat pendamping lainnya.

“Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar (biaya) puluhan, bahkan ratusan miliar,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Dino menyampaikan lima usulan untuk meningkatkan efisiensi diplomasi Indonesia.

Pertama, ia mendorong penggunaan video call atau sambungan telepon dalam menjaga komunikasi dengan para pemimpin dunia. Baginya, sebagian besar pertemuan bilateral hanya berisi pembahasan inti selama satu hingga dua jam, sementara agenda lainnya lebih banyak bersifat seremonial.

“Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri,” tuturnya.

Kedua, Dino menyarankan agar setiap kunjungan Prabowo ke forum internasional dimanfaatkan untuk bertemu lebih banyak kepala negara yang hadir dalam forum yang sama. Ia mengusulkan formula “1 plus 8”, yakni satu perjalanan internasional yang dibarengi delapan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain.

Ketiga, Dino menyebut kunjungan luar negeri Prabowo perlu direncanakan secara profesional dan diumumkan secara lebih terbuka kepada publik. Ia mengeklaim sejumlah perjalanan dilakukan tanpa informasi yang memadai sebelumnya.

Keempat, Dino mengusulkan agar Prabowo juga lebih banyak menerima kunjungan kepala negara di Indonesia dibanding melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia mencontohkan Presiden China, Xi Jinping, yang lebih sering menerima tamu negara di Beijing.

Kelima, Dino menyarankan agar sebagian misi diplomatik yang bersifat taktis dapat lebih banyak dijalankan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, sehingga dapat mengurangi biaya perjalanan negara.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google