Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Gencatan Senjata Batal

Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Gencatan Senjata Batal

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan yang jauh lebih dahsyat terhadap Iran jika kesepakatan gencatan senjata gagal dipatuhi. Ia menegaskan seluruh kekuatan militer AS tetap siaga penuh di sekitar Iran sebagai langkah antisipasi.

Trump menyebut kapal perang, pesawat tempur, serta personel militer AS masih berada di posisi strategis dengan tambahan persenjataan. Langkah ini dilakukan hingga kesepakatan benar-benar dijalankan sepenuhnya oleh kedua pihak.


Menurut Trump, jika Iran melanggar kesepakatan, maka respons militer AS akan jauh lebih besar dan kuat dibandingkan serangan sebelumnya. Meski demikian, dia tetap optimistis gencatan senjata bisa dipertahankan dan berujung pada kesepakatan damai permanen melalui perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan.

"Jika karena alasan apa pun (kesepakatan) tidak dipatuhi, yang sangat tidak mungkin, maka 'penembakan dimulai' lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya," tulisnya, dalam posting-an di Truth Social, dikutip Jumat (10/4/2026).


Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menegaskan bahwa kemungkinan pelanggaran kesepakatan sangat kecil. Namun jika itu terjadi, dia memperingatkan bahwa aksi militer lanjutan akan menjadi yang terbesar yang pernah disaksikan.

Di sisi lain, pejabat Iran menilai tidak masuk akal melanjutkan perundingan damai setelah serangan besar Israel ke Lebanon. Ketegangan ini semakin memperumit upaya menuju perdamaian permanen antara kedua negara.


Perbedaan pandangan juga terlihat dalam isu program nuklir Iran. Trump mengklaim Teheran telah menyetujui penghentian pengayaan uranium. Namun Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tetap berhak melanjutkan program tersebut sesuai kesepakatan.

Trump juga menambahkan bahwa tidak akan ada senjata nuklir dalam kesepakatan tersebut, serta menjamin Selat Hormuz akan tetap terbuka dan aman, terlepas dari berbagai pernyataan yang bertentangan

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita