GELORA.CO -Dugaan kudeta Presiden Prabowo Subianto yang diungkap Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo merupakan ancaman serius yang sepatutnya segera diusut aparat penegak hukum (APH).
Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menilai, pernyataan Hashim diperkirakan informasinya berasal dari sumber yang relevan, sehingga harus ditelusuri.
Irvan mengatakan, seruan kudeta yang dimulai dari pernyataan kontroversial Pendiri Lembaga Survei SMRC, Saiful Mudjani, dan tak lama kemudian mengemuka pernyataan Hashim, merupakan tanda-tanda ancaman serius negara.
"Aparat penegak hukum dan institusi terkait agar profesional dalam menyikapi setiap potensi ancaman terhadap negara," kata Irvan kepada RMOL, Selasa 14 April 2026.
Irvan meyakini, masyarakat Indonesia tentu telah memiliki kedewasaan dalam berpolitik, sehingga demokrasi konstitusional tetap menjadi pegangan dan prinsip dalam berbangsa dan bernegara.
“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai tantangan politik, dan dengan demokrasi kita yang semakin matang," kata Irvan.
"Bangsa ini diyakini mampu menjaga keutuhan serta keberlanjutan pemerintahan secara konstitusional,” demikian Irvan.
Sumber: RMOL
