Pendaftaran Dibuka! Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Diperkirakan Rp7,5 Juta per Bulan

Pendaftaran Dibuka! Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Diperkirakan Rp7,5 Juta per Bulan

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Pendaftaran Dibuka! Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Diperkirakan Rp7,5 Juta per Bulan

GELORA.CO -
Antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih mulai membludak sejak dibuka pada 15 April 2026. Program yang digagas oleh Prabowo Subianto ini menargetkan sekitar 30.000 posisi di seluruh Indonesia untuk memperkuat perekonomian desa.

Koperasi Desa Merah Putih dirancang menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui berbagai unit usaha, mulai dari distribusi sembako, layanan apotek, hingga sektor logistik. Posisi manajer menjadi salah satu peran kunci dalam menjalankan operasional tersebut.

Meski minat pelamar tinggi, besaran gaji untuk posisi ini hingga kini belum diumumkan secara resmi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut bahwa skema penggajian akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan pelamar.

“Besaran gaji akan menyesuaikan kualifikasi pendidikan, mulai dari D3 hingga S1,” ujarnya.

Selain itu, terdapat kemungkinan sistem penggajian mengacu pada standar Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Bahkan, paket kompensasi disebut-sebut bisa mengikuti pola perusahaan BUMN, mengingat pengelolaannya berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.

Sebagai gambaran, posisi manajerial di berbagai sektor umumnya memiliki rentang gaji yang cukup variatif, mulai dari Rp7,5 juta hingga Rp50 juta per bulan, tergantung pengalaman dan skala organisasi.

Kondisi ini menjadikan peluang sebagai manajer Kopdes Merah Putih cukup menarik bagi para pencari kerja, meski angka resmi gaji masih menunggu keputusan pemerintah.

Pendaftaran rekrutmen dibuka hingga 24 April 2026 dan dilakukan secara nasional tanpa biaya. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan program ini.

“Proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan,” tegasnya. ***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita