Pelaut RI Syok Temui Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Semua Kru-nya Ternyata Orang India

Pelaut RI Syok Temui Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Semua Kru-nya Ternyata Orang India

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Pelaut RI Syok Temui Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Semua Kru-nya Ternyata Orang India

GELORA.CO - -
Viral di media sosial Pelaut asal Indonesia bernama Adrian Umar merekam momen saat berpapasan dengan Kapal milik Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz.

Untuk diketahui, kapal Pertamina bernama Gamsunoro hingga kini masih belum bisa melintasi Selat Hormuz akibat situasi perang Iran Vs Amerika Serikat yang masih memanas.

Untuk diketahui, kapal Gamsunoro adalah kapal Pertamina yang mendistribusikan minyak mentah ke konsumen di berbagai belahan dunia.

Tak sengaja bertemu dengan Kapal Pertamina, Adrian Umar yang dikenal sebagai Pelaut sekaligus konten kreator pun semringah.

Karenanya, saat bertemu Kapal Pertamina yang di bawah naungan BUMN, Andrian tak menyia-nyiakan kesempatan.

Adrian merekam momen saat kapalnya berhadap-hadapan dengan kapal Gamsunoro pada tanggal 18 April 2026 kemarin.

Adrian langsung berusaha menghubungi kru kapal Gamsunoro guna bertanya kabar mereka setelah berhari-hari terjebak di Selat Hormuz.

Namun setelah mengobrol dengan kru kapal tersebtu, Adrian justru terkejut.

Karena rupanya di kapal Pertamina itu tidak ada satupun orang Indonesia alias WNI.

"Dari mana kalian, dari India atau Indonesia?" tanya Adrian dengan bahasa Inggris.

"Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India," kata kru kapal Gamsunoro.

"Oh jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?" tanya Adrian lagi.

"Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India," akui kru kapal.

Kecewa karena tak ada WNI di kapal Pertamina


Setelah berbincang dengan kru kapal Gamsunoro, Adrian mengaku syok dengan ceritanya.

Padahal di awal ekspektasi Adrian adalah bisa berbincang dengan sesama WNI setelah sama-sama terjebak di Selat Hormuz.

"Itu salah satu percakapan gue dengan kru kapal tanker Gamsunoro, syok, gue juga syok karena gue berharap itu ada orang Indonesia di sana. Netizen pun bertanya bang gimana keadaan di sana, baik-baik aja. Gue semangat di awal, gue hubungi, ternyata (tidak ada WNI)," pungkas Adrian Umar.

Diungkap Adrian, ia juga kaget usai mengobrol dengan kru kapal tersebut yang seolah mengejek WNI.

"Enggak ada gue edit, (videonya) enggak gue lanjutin karena takutnya kalian sakit hati karena nadanya lumayan mengejek kayak 'lu perusahaan Indonesia tapi krunya full India," kata Adrian.

Atas hal tersebut, Adrian sebagai Pelaut WNI mengaku kecewa.

Adrian bingung kenapa di kapal Pertamina itu sama sekali tidak ada WNI.

"Sebagai putra bangsa pasti kecewa, karena kalau enggak ada pelaut Indonesia, oke fine artinya enggak ada yang sanggup bawa kapal itu. Tapi Indonesia itu memiliki 1,4 juta pelaut, kita itu ada di urutan ketiga di dunia untuk non perwira," ujar Adrian.

Terkait dengan hal itu, Adrian mengurai kritikannya untuk pemerintah dan BUMN.

Adrian menyoroti soal fenomena anak-anak bangsa yang memilih untuk berkarir di perusahaan luar negeri ketimbang dalam negeri.

Kata Adrian, banyak anak muda yang merasa tak dihargai oleh bangsa.

"Perusahaan BUMN milik negara, pajak dari negara dan lain-lain tapi lu ngasih makan negara luar. Okelah fine kalau mix crew. Masalahnya satupun enggak ada (WNI), itu berdasarkan keterangan dari kru yang tadi gue ajak ngobrol. Inilah alasan kenapa anak bangsa pada cabut, mencari rezekinya di luar negeri. Karena negara pun bahkan tidak menghargai skill mereka," imbuh Adrian.

Lebih lanjut, Adrian pun menyinggung soal Presiden hingga penjajahan.

"Gue berharap ini diperbaiki ya karena pak presiden anda kan anti asing, secara tidak langsung inilah penjajahan dalam bentuk asing," ucap Adrian.

"Sebagai putra bangsa pasti para pelaut indonesia sangat kecewa melihat kapal kebanggan negaranya di bawa oleh negara lain, indonesia tidak kekurang orang pintar tapi," sambungnya.

Sumber: tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita