Kanselir Jermin: Iran Sukses Buat Malu Amerika

Kanselir Jermin: Iran Sukses Buat Malu Amerika

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kanselir Jermin: Iran Sukses Buat Malu Amerika

GELORA.CO
- Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada  Senin bahwa kepemimpinan Iran mempermalukan Amerika Serikat. Iran membuat para pejabat AS melakukan perjalanan ke Pakistan dan kemudian pergi tanpa hasil.  Merz juga tidak melihat strategi keluar apa yang dikejar AS dalam perang Iran. 

"Jelas sekali Iran sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun," katanya saat berbicara kepada mahasiswa di kota Marsberg seperti dilansir NDTV, Senin.  

"Seluruh bangsa dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusioner ini. Dan karena itu saya berharap ini berakhir secepat mungkin," tambahnya di tempat tersebut di negara bagian Rhine Utara-Westphalia.

Komentar Merz menggarisbawahi perpecahan mendalam antara Washington dan sekutu NATO Eropa-nya, yang telah memburuk terkait Ukraina dan masalah lainnya.

Presiden AS Donald Trump berulangkali mengkritik keras sekutu NATO karena tidak mengirimkan angkatan laut mereka untuk membantu membuka Selat Hormuz selama konflik tersebut.

Jalur air tersebut praktis tetap tertutup, menyebabkan kekacauan pasar dan gangguan pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Merz menegaskan kembali bahwa Jerman dan Eropa tidak dikonsultasikan sebelum AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari. Jerman, kata ia, telah menyampaikan keraguannya langsung kepada Trump setelahnya.

"Jika saya tahu bahwa ini akan berlanjut seperti ini selama lima atau enam minggu dan semakin memburuk, saya akan mengatakan kepadanya dengan lebih tegas," kata Merz, membandingkannya dengan perang AS sebelumnya di Irak dan Afghanistan.

Harapan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian telah memudar sejak Trump membatalkan kunjungan utusannya Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Sabtu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melakukan perjalanan ke Rusia pada  Senin setelah pembicaraan yang gagal di Pakistan dan Oman.

Penyapu ranjau


Merz mengatakan jelas bahwa Selat Hormuz setidaknya sebagian telah dipasangi ranjau. "Kami telah menawarkan, juga sebagai orang Eropa, untuk mengirim kapal penyapu ranjau Jerman untuk membersihkan selat tersebut, yang jelas sebagian telah dipasangi ranjau," katanya.

Ia mengatakan konflik tersebut merugikan Jerman "banyak uang, banyak uang pembayar pajak dan banyak kekuatan ekonomi."
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita