Fahri Hamzah soal Seruan Makar Saiful Mujani: Jangan Macam-macam Kita Perlu Kompak

Fahri Hamzah soal Seruan Makar Saiful Mujani: Jangan Macam-macam Kita Perlu Kompak

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Fahri Hamzah soal Seruan Makar Saiful Mujani: Jangan Macam-macam Kita Perlu Kompak

GELORA.CO
- Jagat media sosial geger oleh potongan video pendiri lembaga survei SMRC, Saiful Mujani, yang terang-terangan bicara soal upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Narasi ini langsung memantik reaksi keras, salah satunya dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.

Fahri mengingatkan, seruan inkonstitusional di tengah kondisi global yang tidak menentu hanya akan memecah belah bangsa. Menurutnya, stabilitas nasional jauh lebih penting daripada manuver yang memicu kegaduhan.

"Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu," kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Mantan aktivis 98 ini meminta semua pihak tetap berdiri di koridor demokrasi konstitusional. Ia menganggap ide-ide makar atau gerakan di luar jalur hukum sangat berbahaya bagi keberlangsungan demokrasi yang sudah dibangun susah payah.

"Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya," ujarnya.

Fahri menekankan pentingnya mencegah tindakan inkonstitusional sejak dini. "Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apalagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot," tuturnya.

Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun Instagram @leveenia yang menampilkan potongan ceramah Saiful Mujani. Dalam video tersebut, Saiful menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan mempan untuk menghadapi Prabowo.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dalam video tersebut.

Ia berargumen bahwa menjatuhkan presiden adalah jalan terakhir untuk menyelamatkan negara jika masukan atau nasihat sudah tidak didengar. “Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful. Menanggapi panasnya situasi, Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, langsung pasang badan. Ia menyebut video yang viral tersebut hanyalah potongan yang sengaja disebarkan untuk menggiring opini publik secara negatif.

“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman kepada Inilah.com, Sabtu (4/4/2026).
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita