GELORA.CO – Sejumlah fakta terungkap dalam insiden jatuhnya Helikopter PK-CFX di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
Helikopter yang membawa delapan orang tersebut sebelumnya hilang kontak usai terbang dari Kabupaten Melawi menuju Pontianak.
Saat ini, operasi penyelamatan terus dilakukan secara kolaboratif oleh Kantor SAR Pontianak, TNI AU, Angkatan Darat, dan Kepolisian. Tim darat yang diberangkatkan dari Pos SAR Sintang dan Kantor SAR Pontianak kini tengah berusaha menembus medan berat menuju titik jatuh untuk mengevakuasi para korban.
Berikut sejumlah fakta insiden Helikopter PK-CFX hilang kontak yang ditemukan jatuh di kawasan hutan perbukitan Dusun Hulu Peniti, Sekadau.
5 Fakta Helikopter Angkut 8 Orang Jatuh di Sekadau
1. Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula saat helikopter PK-CFX melaksanakan penerbangan dari Helipad PT Citra Mahkota (CMA) di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Helikopter dijadwalkan menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN 1) di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Namun, di tengah perjalanan, helikopter tersebut diduga mengalami gangguan hingga akhirnya hilang kontak di sekitar Kecamatan Nanga Taman.
Berdasarkan data terakhir, posisi helikopter terdeteksi di sekitar SDN 23 Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, dengan koordinat 0°10’51.91” LS dan 110°47’25.49” BT.
2. Ditemukan Hancur
Tim SAR gabungan menemukan lokasi Helikopter PK-CFX yang membawa delapan penumpang di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
Helikopter tersebut ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan lereng perbukitan. Seluruh penumpang helikopter yang sebelumnya hilang kontak itu diduga tidak ada yang selamat.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, puing-puing helikopter terlihat berserakan di area hutan di lereng bukit. Dalam video yang beredar tersebut, kondisi helikopter rusak parah akibat hantaman keras saat terjatuh ke tanah.
3. Nasib 8 Penumpang Diduga Tak Ada yang Selamat
Helikopter tersebut diketahui membawa total delapan orang, yang terdiri atas dua kru dan enam orang penumpang. Identitas kru yakni Capt. Marindra W (Pilot) dan Harun Arasyid (EOB). Sementara enam penumpang lainnya teridentifikasi sebagai Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Seluruh penumpang dan kru helikopter tersebut dipastikan meninggal dunia.
“Untuk titik koordinat (jatuhnya helikopter) sudah ditemukan dan semuanya (penumpang) sudah dinyatakan meninggal," kata Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
4. Evakuasi Terkendala Cuaca
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra mengatakan, tim pencari menemukan titik jatuh pesawat sekitar pukul 16.00 WIB setelah melakukan penyisiran udara dan darat di lokasi yang sulit dijangkau.
Meskipun titik serpihan telah teridentifikasi, proses evakuasi udara belum dapat dilakukan secara maksimal. Faktor cuaca dan medan terjal di lokasi kejadian membuat tim udara dari TNI AU Lanud Supadio dan Kantor SAR belum bisa mendarat di titik koordinat.
"Tim udara sudah menemukan titik serpihan, namun kendala cuaca di lapangan membuat evakuasi belum bisa dilakukan seketika dari udara," ujar I Made Junetra.
5. Pencarian Libatkan Kopasgat TNI AU
Tim SAR mengerahkan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio untuk membantu proses pencarian helikopter PK-CFX yang hilang kontak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Pencarian juga melibatkan Kopasgat atau Komando Pasukan Gerak Cepat, yang merupakan tim elite TNI Angkatan Udara.
“Kami melaksanakan koordinasi dengan Lanud Supadio yang mana minta bantuan untuk menggerakkan heli, yang mana pada pukul 13.10 itu digerakkan satu unit Super Puma dengan jumlah kru 4 orang, Kopasgat 4 orang, dan tim rescue Kantor SAR Pontianak 2 orang,” kata Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026)
Sumber: inews
