Siap-siap! Ada Sinyal Harga Pertalite Bakal Naik Usai Lebaran

Siap-siap! Ada Sinyal Harga Pertalite Bakal Naik Usai Lebaran

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Siap-siap! Ada Sinyal Harga Pertalite Bakal Naik Usai Lebaran

GELORA.CO -
Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite berpotensi mengalami kenaikan, menyusul rencana pemerintah yang akan menghitung ulang harga BBM subsidi tersebut seiring dengan lonjakan harga minyak mentah dunia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, evaluasi harga Pertalite yang kini berada di angka Rp10.000 per liter akan dilakukan setelah triwulan pertama 2026 berakhir.

“Kita juga sudah menyampaikan, bahwa untuk pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan I 2026,” kata Yuliot dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (12/3/2026).

Menurut Yuliot, lonjakan harga minyak dunia yang saat ini berada di atas USD90 per barel telah melampaui asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yang menetapkan harga minyak di level USD70 per barel.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi yang harus ditanggung oleh pemerintah.

Ia menjelaskan, penyesuaian harga Pertalite nantinya akan mempertimbangkan alokasi subsidi dan kompensasi yang diberikan pemerintah agar tetap menjaga kesehatan fiskal negara.

“Jadi nanti kita akan evaluasi terkait dengan perkembangan harga minyak dunia dan juga bagaimana alokasi terhadap subsidi dan kompensasinya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga Pertalite masih tetap bertahan di level Rp10.000 per liter setidaknya hingga Hari Raya Idulfitri.

Kepastian tersebut diberikan meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), dan kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang lebaran,” kata Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah global.

“Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran, tetapi kalau untuk harga BBM yang non subsidi itu memang mekanisme pasar,” katanya.

Sumber: holopis
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita