Setelah Kecam AS-Israel, Spanyol Tarik Dubes dari Tel Aviv

Setelah Kecam AS-Israel, Spanyol Tarik Dubes dari Tel Aviv

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Setelah Kecam AS-Israel, Spanyol Tarik Dubes dari Tel Aviv

GELORA.CO -
Sepekan setelah mengecam serangan koalisi AS–Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal, Spanyol menarik duta besarnya dari Tel Aviv. Kedutaan Besar Spanyol nantinya akan dipimpin seorang kuasa usaha, jabatan di bawah duta besar.

Mengutip Reuters, pemerintah Spanyol memutuskan penarikan dubes tersebut pada Selasa (10/3). Keputusan itu kemudian dimuat dalam lembaran negara resmi pada Rabu (11/3).

“Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha (chargé d'affaires), bukan oleh seorang duta besar penuh,” kata seorang sumber di Kemlu Spanyol.

Adapun sumber media Middle East Eye (MEE) menyebutkan, duta besar tersebut dipanggil pulang untuk “konsultasi tanpa batas waktu”.

“Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi penarikan duta besar untuk Tel Aviv, yang dipanggil pulang untuk konsultasi ‘tanpa batas waktu’, sehingga Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv berada di bawah kepemimpinan seorang kuasa usaha, pada tingkat yang sama dengan Kedutaan Besar Israel di Madrid,” kata sumber tersebut kepada MEE.

Spanyol-Israel Memburuk Sejak Perang Gaza


Langkah terbaru Spanyol ini menjadi tanda terbaru memburuknya hubungan diplomatik antara Spanyol dan Israel sejak perang Gaza pada Oktober 2023.

Spanyol merupakan salah satu dari sedikit pemerintah di Eropa yang secara konsisten mengecam tindakan Israel dalam perang tersebut dan menyebutnya sebagai genosida.

Pada 2024, Spanyol mengakui kedaulatan  Palestina. Langkah itu membuat Israel semakin geram, lalu menarik duta besarnya dari Madrid. Kedubesnya turun kelas dengan hanya dipimpin kuasa usaha.

Spanyol Tolak Bantu AS Serang Iran


Selain mengecam tindakan Israel di Gaza, pada awal Maret 2026 Perdana Menteri Pedro Sánchez juga menyebut serangan AS–Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. 

Sanchez juga menolak memberikan dukungan militer kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer di wilayah Spanyol.

kumparan post embed
Keputusan Sanchez memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump. Trump mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol.

Dari 27 negara Uni Eropa, sejauh ini Sanchez menjadi satu-satunya yang berani menentang Trump.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita