Bikin Ketar-ketir! Ini Ramalan Nostradamus soal Perang Indonesia vs Australia

Bikin Ketar-ketir! Ini Ramalan Nostradamus soal Perang Indonesia vs Australia

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Bikin Ketar-ketir! INI Ramalan Nostradamus soal Perang Indonesia vs Australia

GELORA.CO -
Ramalan kontroversial dari peramal legendaris abad ke-16, Michel de Nostredame atau lebih dikenal sebagai Nostradamus, kembali menjadi topik perbincangan di media sosial dan berbagai platform daring. Salah satu interpretasi yang paling sering dibahas adalah prediksi tentang potensi konflik bersenjata antara Indonesia dan Australia yang disebut-sebut akan terjadi pada tahun 2037.

Menurut tafsiran dari buku The Complete Prophecies for The Future karya Mario Reading (yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai 'Ramalan yang Mengguncang Dunia'), Nostradamus meramalkan adanya konflik besar di wilayah selatan Asia-Pasifik sebelum terjadinya gerhana matahari total pada 13 Juli 2037. Beberapa quatrain (bait puisi ramalan) yang ditafsirkan antara lain menyebutkan elemen seperti "konflik sebelum matahari terbenam", "jembatan dan makam di dua tempat asing", serta pertarungan supremasi di lautan.

Banyak netizen dan konten kreator di TikTok, YouTube, serta X (Twitter) mengaitkan ramalan ini dengan potensi rebutan pengaruh di Laut Hindia, sumber daya alam di wilayah perbatasan seperti Timor, serta dinamika geopolitik pasca-pembentukan aliansi AUKUS (Australia, Inggris, Amerika Serikat) yang memberikan akses kapal selam nuklir bagi Australia. Beberapa interpretasi ekstrem bahkan menyebut Indonesia akan "kalah telak" dalam konflik tersebut, meskipun hal ini murni spekulasi pribadi dan bukan pernyataan langsung dari teks asli Nostradamus.

Tidak Ada Penyebutan Nama Negara Secara Eksplisit


Para ahli dan skeptis menekankan bahwa Nostradamus tidak pernah secara spesifik menyebut nama "Indonesia" atau "Australia" dalam quatrain-nya. Ramalan-ramalan tersebut ditulis dalam bahasa Prancis kuno yang penuh metafor, simbol, dan bahasa ambigu, sehingga sangat terbuka untuk berbagai penafsiran. Tahun 2037 sendiri berasal dari perhitungan Mario Reading berdasarkan fenomena astronomi (gerhana matahari), bukan dari teks Nostradamus secara langsung.

Fenomena ini bukan hal baru. Ramalan serupa sempat viral pada 2022–2024, di mana banyak video YouTube dan TikTok membahas "Indonesia vs Australia 2037" dengan klaim sensasional. Di 2026 ini, diskusi kembali muncul secara sporadis, terutama di kalangan pengguna X yang mengaitkannya dengan isu-isu terkini seperti persiapan Olimpiade 2036 oleh Indonesia atau ketegangan regional di Indo-Pasifik.

Konteks Geopolitik Saat Ini


Hingga Maret 2026, hubungan diplomatik Indonesia-Australia tetap stabil dan bahkan semakin erat melalui berbagai kerja sama pertahanan, ekonomi, dan keamanan maritim. Tidak ada indikasi konflik terbuka yang mendekati ramalan tersebut. Pemerintah kedua negara justru fokus pada dialog dan kerjasama di forum seperti ASEAN dan Quad Plus.

Banyak pengamat menilai ramalan ini lebih sebagai bentuk "cocoklogi" atau penyesuaian fakta dengan teks ambigu untuk menarik perhatian. Nostradamus sendiri dikenal karena ramalannya yang sering ditafsirkan ulang setelah peristiwa terjadi, seperti prediksi tentang Perang Dunia, bencana alam, atau tokoh politik besar.

Kesimpulan


Meski ramalan Nostradamus tentang "perang Indonesia-Australia" terus menjadi bahan obrolan menarik, tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan prediksi tersebut akan menjadi kenyataan. Di era informasi cepat seperti sekarang, narasi semacam ini mudah menyebar, terutama ketika dikemas dengan elemen dramatis dan visual.

Masyarakat diimbau untuk tetap kritis terhadap klaim ramalan semacam ini dan lebih memprioritaskan fakta geopolitik aktual daripada interpretasi spekulatif dari teks berusia ratusan tahun. Bagaimanapun, masa depan hubungan Indonesia-Australia sangat ditentukan oleh diplomasi, bukan oleh quatrain kuno.

Apakah Anda percaya ramalan ini? Atau hanya hiburan semata? Share pendapat Anda di kolom komentar! 

*(Sumber: Berbagai tafsir Mario Reading, arsip berita 2022-2024, dan diskusi publik di media sosial hingga 2026)*
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita