Benarkah Netanyahu Tewas? Ini Penelusuran Kantor Berita Turki dan Misteri yang Belum Terjawab

Benarkah Netanyahu Tewas? Ini Penelusuran Kantor Berita Turki dan Misteri yang Belum Terjawab

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Kabar tentang pemimpin Zionis Israel Benjamin Netanyahu tewas terkena serangan balasan rudal-rudal Iran, mencuat belakangan.

Di berbagai platform media sosial (medsos) mengabarkan tentang Netanyahu yang sudah tewas sejak beberapa hari yang lalu.

Namun rezim penjajahan masih menutup-nutupi kematian si penjahat perang, dan pelaku genosida di Palestina tersebut.

Anadolu Agency di Turki, menelusuri kebenaran informasi tentang matinya Netanyahu itu. Tetapi penelusuran yang dilakukan oleh kantor berita tersebut, baru sebatas permintaan tanggapan dari otoritas zionis di Israel tentang desas-desus matinya Netanyahu versi banyak informasi yang betebaran di media sosial.

Melalui korespondennya di Tel Aviv, Anadolu mengatakan otoritas penajajahan di Israel menolak klaim kematian Netanyahu itu.

“Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantan klaim-klaim di media sosial yang menyatakan bahwa ia (Netanyahu) telah tewas dibunuh dalam serangan Iran,” begitu kata Anadolu Agency, Ahad (15/3/2026).

Kepada koresponden Anadolu di wilayah penjajahan Israel, otoritas zionis itu mengatakan, klaim di media sosial atas kematian Netanyahu itu palsu.

“Itu adalah berita-berita palsu. Perdana menteri (Netanyahu) dalam keadaan baik-baik saja,” begitu pernyataan kantor pusat penjajahan di Israel, seperti diberitakan Anadolu.

Informasi tentang kematian Netanyahu baru-baru ini semakin mencuat di berbagai platform media sosial. Banyak yang meyakini, Netanyahu sudah tewas terkena serangan rudal balasan Iran beberapa hari yang lalu.

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan suara ledakan terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia baru saja memulai operasi militer berskala besar di Iran.

Trump menambahkan, "Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan datang dari rezim Iran."

Presiden AS mengatakan, "Rezim Iran adalah kelompok jahat yang terdiri dari orang-orang kejam dan buruk... Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa Tel Aviv telah melancarkan serangan kedua terhadap Iran, dan seorang pejabat Amerika Serikat mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pasukan Amerika Serikat turut serta dalam serangan tersebut, yang diperkirakan akan berskala besar dan tidak terbatas pada serangan terbatas.

Kantor berita Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran, dan laporan berita Iran menyebutkan bahwa ledakan lain terjadi di kota Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Dia menambahkan bahwa ledakan baru terdengar di Isfahan.

Jaringan berita Amerika Serikat CNN mengutip dua sumber yang mengatakan bahwa militer AS berencana untuk melanjutkan serangan selama beberapa hari.

Radio militer Israel mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa sebagian dari serangan pertama terhadap Iran menargetkan tokoh-tokoh penting dan dampaknya sedang diverifikasi.

Kantor berita Iran Mehr melaporkan bahwa layanan seluler terputus di beberapa wilayah di ibu kota Teheran.

Saluran 12 Israel mengutip sumber yang mengatakan bahwa puluhan target milik rezim di Iran telah menjadi sasaran.

Penutupan di Israel

Pemerintah Israel mengumumkan penutupan sekolah-sekolah di Israel dan melarang pertemuan publik serta mengimbau warga Israel untuk bekerja dari rumah.

Tentara Israel mengatakan bahwa sirene peringatan telah dibunyikan di seluruh Israel dalam beberapa menit terakhir.

Menteri Transportasi Israel mengumumkan bahwa warga Israel dilarang mengakses semua bandara sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Media Israel melaporkan bahwa wilayah udara Israel ditutup sepenuhnya, dan lembaga penyiaran resmi Israel melaporkan bahwa pesawat sipil asing yang sedang dalam perjalanan ke Israel kembali ke tempat asal karena serangan tersebut.

Saluran 13 Israel mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa serangan itu adalah serangan bersama Israel-AS dan telah direncanakan selama beberapa bulan.

Iran, pun membalas serangan tersebut dengan mengirimkan drone-drone serbu serta rudal ke wilayah pendudukan Israel.

Bahkan militer Iran, pun membalas serangan-serangan itu dengan mengirimkan drone-drone penyerbu ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara kawasan Timur Tengah (Timteng) lainnya.

Serangan balasan Iran, menghantam pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di Qatar, Kuwait, dan negara-negara Arab lainnya.

Otoritas militer Iran, dalam sebuah pemberitaan internasional memastikan untuk bertahan, dan membalas setiap serangan militer yang dilakukan sepihak oleh Zionis Israel, dan AS.

Beberapa informasi lainnya juga menyampaikan, Netanyahu sudah tewas karena masalah penyakit yang diderita.

Keyakinan para warga internet di seluruh dunia itu mencuat setelah Netanyahu tak menampakkan batang hitungnya dalam konfrensi pers harian tentang situasi perang yang saat ini sedang terjadi di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Zionis Israel, bersama Amerika Serikat (AS) saat ini memasuki pekan ketiga masa perang terbuka dengan Iran. Sejak perang pembuka terjadi pada Sabtu (28/2/2026) lalu, Netanyahu beberapa hari berturut-turut tampil di berbagai media Israel untuk menyampaikan perkembangan dan situasi perang berjalan.

Akan tetapi, dalam beberapa hari terakhir, Netanyahu tak ada tampil di konfrensi pers manapun dalam menyampaikan kondisi perang yang sedang terjadi.

Sekitar dua hari lalu, pada Jumat (13/3/2026) Netanyahu muncul melalui saluran video yang disiapkan untuk menyampaikan perkembangan situasi perangnya dengan Iran. Akan tetapi, video penyampaian itu diduga menggunakan artificial inteligent (AI).

Beberapa analis di media sosial menyampaikan video AI yang menampilkan Netanyahu itu sengaja disiapkan sebagai bukti untuk meyakinkan Netanyau masih hidup.

Pada tanggal yang sama pula, otoritas Israel mengunggah pernyataan resmi yang menyatakan: 

"Rumor yang beredar di media sosial mengenai kondisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum dapat dikonfirmasi. Kami mengimbau warga untuk mengandalkan informasi terbaru yang telah diverifikasi. Upaya untuk menjalin kontak sedang dilakukan. Perdana Menteri Netanyahu tetap berkomitmen terhadap keamanan Israel."

Dan pada Sabtu (14/3/2026), siaran pers resmi militer Israel yang memaparkan tentang kondisi, dan situasi perang saat ini, tak menampilkan Netanyahu sebagai salah satu narasumber.

Hal tersebut tak umum, karena selama ini Netanyahu, bersama-sama tokoh-tokoh militer, dan pejabat zionis kerap tampil bersama-sama di berbagai platform pemberitaan untuk menyampaikan perkembangan tentang klaim keberhasilan agresi mereka terhadap Iran. 


BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita