Bakal Dicap Pengkhianat, Rismon Sianipar Bawa Oleh-oleh Temui Jokowi di Solo

Bakal Dicap Pengkhianat, Rismon Sianipar Bawa Oleh-oleh Temui Jokowi di Solo

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Bakal Dicap Pengkhianat, Rismon Sianipar Bawa Oleh-oleh Temui Jokowi di Solo

GELORA.CO -
Ahli digital forensik Rismon Sianipar  bersama pengacaranya, Jahmada Girsang mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (12/3/2026).

Rismon tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 17.11 WIB dengan menaiki mobil Toyota Fortuner berwarna hitam bernomor polisi L 1281 CBH.

Setelah turun dari kendaraan, Rismon langsung masuk ke dalam rumah Jokowi.

Sebelum datang ke rumah Jokowi, Rismon mengakui kalau ijazah Presiden ke-7 RI itu asli.

Bakal Dicap Pengkhianat


Selepas bertemu Jokowi, Rismon mengakui telah membuat kesalahan dalam menyebut ijazah Jokowi.

Salah satu kesalahan itu adalah, soal emboss di ijazah Jokowi.

Ia pun mengakui kesalahan ini akan membuat ia menerima dampak yang tidak mengenakkan.

"Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian," kata Rismon.

Bawa Oleh-oleh


Pertemuan ahli digital forensik Rismon Sianipar dengan Mantan Presiden Jokowi di Solo berlangsung dengan nuansa simbolis.

Rismon bahkan membawa oleh-oleh berupa makanan dan kain ulos khas Batak sebagai simbol itikad baik dalam upaya menyelesaikan perkara melalui mekanisme Restorative Justice.

Rismon datang bersama pengacaranya, Jahmada Girsang, ke kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (12/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi terkait polemik ijazah yang sebelumnya ia persoalkan.

“Ya tentu. Saya pun minta maaf kepada publik apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi,” kata Rismon dikutip dari TribunSolo.

Nyatakan Ijazah Jokowi Asli


Dalam pernyataannya, Rismon menegaskan bahwa hasil penelitian terbarunya tidak menemukan kejanggalan pada ijazah Jokowi.

Kesimpulan ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang sempat ia sampaikan dalam persidangan.

“Bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Pak Jokowi baik yang diupload Dian Sandi Utama maupun yang di gelar perkara khusus. Percayalah bagi yang nggak percaya juga bebas. Seminggu yang lalu saya sampaikan ke penyidik,” ungkap Rismon.

Ia menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh setelah melakukan penelitian lanjutan dengan metode berbeda dari sebelumnya.

“Hasil penemuan baru saya menyatakan bahwa memang ada itu watermark dan emboss yang ada pada dokumen yang diupload Dian Sandi Utama konsisten dengan yang saya lihat pada saat gelar perkara khusus,” jelasnya.

Rismon juga menyebut kini dapat melihat watermark dan emboss pada dokumen tersebut, yang sebelumnya tidak berhasil ia temukan.

Sementara terkait hologram, ia mengakui bahwa pada ijazah tersebut memang tidak terdapat fitur tersebut.

Ia kemudian membandingkan dokumen itu dengan ijazah milik saksi lain dalam persidangan.

“Setelah itu saya melanjutkan dengan apa yang dimiliki oleh Pak Rujito yang menjadi saksi di sidang CLS. Saya temukan konsisten pada pola watermark dan emboss. Dan tidak ditemukan hologram. Saya tanyakan apakah benar ada hologram di ijazah yang ditunjukkan menjadi bukti sidang CLS. Bang Andhika mengatakan salah. Sepertinya itu salah penyebutan. Yang dinyatakan hologram adalah embos. Ketika di-center embos yang terlihat semakin tegas bukan hologram. Fitur yang tadi disebutkan tadi itu membuat saya meyakini temuan baru saya tersebut,” jelasnya.

Upaya Damai 


Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke rumah Jokowi memang bertujuan menyelesaikan perkara secara damai.

“Jadi tadi yang diterima pertama adalah klien saya Rismon beberapa menit sebelum saya. Karena saya menyusun makanan yang kita bawa. Pertemuan tadi adalah bersahabat dan itu tujuan kita. Dan tujuannya tentu menyelesaikan perkara ini khususnya Rismon dengan Pak Jokowi. Atas laporan Pak Jokowi 30 April,” ungkapnya.

Menurut Jahmada, salah satu syarat utama dalam mekanisme Restorative Justice adalah adanya kesepakatan saling memaafkan antara kedua pihak.

Hal tersebut, kata dia, telah disampaikan secara langsung maupun tertulis.

“Apa syarat-syaratnya oleh sebab itu saya hadir untuk menjelaskan itu. Sebenarnya semua sudah jelas. Syarat untuk mekanisme Restorative Justice harus ada saling maaf-memaafkan. Tentu kita tadi sudah sampaikan. Dan kita sudah sampaikan secara tertulis. Nanti akan dilanjutkan kembali hanya untuk administrasinya,” tuturnya.

Sudah Tertawa


Jahmada menuturkan pertemuan dengan Jokowi berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Ia optimistis proses penyelesaian perkara secara damai dapat segera tercapai.

“Cukup bersahabat. Sudah ketawa di dalam. Menjelang puasa seperti ini. Benar-benar seperti yang kita harapkan. Kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi,” terangnya.

Direspons dokter Tifa


Peneliti dan penulis, Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal dengan Dokter Tifa memberikan respons setelah rekan seperjuangannya membongkar dugaan ijazah palsu Jokowi, Rismon Hasiholan Sianipar, menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo terkait kekeliruan analisis dalam buku Jokowi's White Paper.

Lewat pernyataannya, Tifa menyinggung perjalanan perjuangan yang pernah mereka lakukan bersama di kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

"Ketika kami bertiga masih memilih menjadi manusia yang seBERANI-BERANInya. Perjuangan memang berat dan melelahkan," tulis Tifa lewat akun X pribadinya pada Rabu (11/3/2026). 

Ia juga menggambarkan lamanya proses yang telah mereka lalui dalam perjuangan tersebut.

"365 hari. 8.760 jam. 525.000 menit. Tidak semua orang sanggup," lanjutnya.

Dalam pesannya, Tifa turut menyampaikan bahwa dirinya dan Rismon pernah berada dalam satu perjuangan yang sama.

"Rismon, bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini," katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Rismon menyampaikan klarifikasi terbuka dan meminta maaf kepada Jokowi serta keluarganya.

Ia mengakui terdapat kekeliruan dalam analisis yang ia tuliskan dalam buku Jokowi's White Paper, yang menurutnya dipengaruhi oleh keterbatasan data yang digunakan dalam penelitian.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita