GELORA.CO - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengungkap putranya mengalami luka serius setelah serangan mortir di dekat perbatasan Lebanon pada Jumat (6/3) melukai delapan tentara Israel.
Dalam unggahan di X, Smotrich mengatakan salah satu tentara yang terluka adalah putranya, Benya Hebron.
“Salah satu dari mereka adalah putra tercinta saya, Benya Hebron,” tulis Smotrich, dilansir AlJazeera pada Selasa (10/3).
Politikus sayap kanan itu menjelaskan, serangan terjadi ketika sebuah mortir ditembakkan ke arah pasukan Israel yang berada di perbatasan Lebanon.
Menurut Smotrich, pecahan mortir menembus tubuh putranya hingga menyebabkan luka serius.
“Pecahan itu menembus punggung dan perutnya,” kata Smotrich, seraya menambahkan bahwa putranya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Ia juga menyebut kepada AlJazeera, salah satu pecahan logam bahkan merobek hati putranya sebelum akhirnya tersangkut di dinding pembuluh darah besar di bagian perut.
“Atas kuasa Tuhan, salah satu pecahan itu merobek hatinya dan tersangkut di dinding pembuluh darah terbesar di perutnya. Jika Tuhan melarang, pembuluh itu rusak, situasinya bisa jauh lebih buruk,” ujarnya.
Serangan itu terjadi saat ketegangan di perbatasan Israel dan Lebanon masih memanas dengan aksi saling serang yang terus berlanjut.
