Adik Benjamin Netanyahu, Iddo, Dilaporkan Tewas dalam Serangan Rudal Iran

Adik Benjamin Netanyahu, Iddo, Dilaporkan Tewas dalam Serangan Rudal Iran

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO  –
Eskalasi konflik Timur Tengah mencapai level baru setelah rudal balistik Iran dilaporkan menghantam kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Caesarea. Menurut klaim yang dikemukakan oleh mantan inspektur senjata PBB Scott Ritter, serangan tersebut menewaskan saudara laki-laki Netanyahu, Iddo Netanyahu.

Iddo Netanyahu, seorang penulis naskah drama dan adik Benjamin Netanyahu, disebut berada di lokasi saat rudal menghantam rumah keluarga tersebut. Serangan serupa juga dilaporkan menyasar kediaman Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, menyebabkan kebakaran dan luka-luka serius. Pihak berwenang Israel diklaim menyebut insiden di rumah Ben-Gvir sebagai "kecelakaan mobil", namun Ritter menyebutnya sebagai upaya menutupi kerusakan akibat rudal.

Serangan ini merupakan bagian dari pembalasan Iran atas dugaan operasi gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akhir Februari lalu. Iran menggunakan rudal canggih seperti Khaibar Shekan yang mampu menembus sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan Arrow. Ritter menyatakan rudal tersebut melakukan penyesuaian lintasan di udara untuk meningkatkan akurasi.

Selain menyasar residensi pejabat tinggi, serangan Iran juga mengenai Tel Aviv (menyebabkan pemadaman listrik dan kebakaran), Beit Shemesh (setidaknya 9 warga sipil tewas dan lebih dari 40 luka-luka akibat hantaman langsung pada gedung bertingkat), serta lokasi lain. Korban sipil di Israel dilaporkan melebihi 20 orang, sementara pasukan cadangan Israel dimobilisasi.

Kantor Perdana Menteri Netanyahu membantah keras laporan bahwa dirinya atau keluarganya terluka, menyebut klaim tersebut sebagai "disinformasi sengaja" dari pihak Iran. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel mengenai kematian Iddo Netanyahu atau kerusakan signifikan pada kediaman PM.

Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan operasi ini sebagai "pertahanan diri" terhadap agresi bertahun-tahun, termasuk pembunuhan dan sabotase. Analis seperti Ritter memperingatkan bahwa Iran memiliki stok rudal besar yang dapat memperpanjang serangan, berpotensi menguras interceptor Israel.

Konflik ini memicu lonjakan harga minyak dunia, seruan de-eskalasi dari Rusia dan China, serta kekhawatiran instabilitas di negara-negara Teluk. Situasi tetap tegang dengan kemungkinan gelombang serangan balasan dari kedua belah pihak.

Sumber: Times of Islamabad
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita