Siapa Rendy Brahmantyo? Sosok Terduga Pelaku Rudapaksa Cinta Ruhama Amelz yang Laporkan Balik ke Polisi

Siapa Rendy Brahmantyo? Sosok Terduga Pelaku Rudapaksa Cinta Ruhama Amelz yang Laporkan Balik ke Polisi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Sosok Rendy Brahmantyo disebut-sebut menjadi terduga pelaku pemerkosaan influencer Cinta Ruhama Amelz.

Belakangan ini publik tengah menyoroti kasus dugaan rudapaksa atau pemerkosaan yang dialami oleh Cinta Ruhama Amelz atau Tara.

Kasus pemerkosaan Cinta Ruhama Amelz yang diduga dilakukan pengusaha muda Rendy Brahmantyo terjadi pada tahun 2017.

Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) juga menyuarakan kasus ini melalui media sosial resminya.

Selain itu, influencer tersebut juga rutin menyuarakan kasus rudapaksa melalui media sosial resmi di Instagram.

“Acara fashion brand MJ (inisial) #MarcMusic di Leon Klab jadi saksi bisu Korban CR (Influencer/Seniman/Blogger) diperkosa oleh RNDY (Direksi perusahaan),” tulis akun PBHI yang dikonfirmasi oleh Julius Ibrani. 

Lantas, siapa Rendy Brahmantyo? Apa benar sosoknya menjadi pelaku pemerkosaan influencer Cinta Ruhama Amelz? 

Kronologi Pemerkosaan Cinta Ruhama Amelz


Dalam unggahan resmi Instagram PBHI, peristiwa tersebut dialami oleh Tara saat peluncuran label fashion di sebuah kelab malam di Jakarta Selatan.

Kala itu, terduga korban hadir sekitar pukul 23.00-02.00 WIB.

Tara disebut ditarik paksa oleh terduga pelaku yang akrab disapa Embo ke area belakang kelab, lalu diperkosa.

Area itu diketahui hanya bisa diakses pemilik dan manajemen.

“Di tengah penderitaan yang luar biasa, CR akhirnya mengungkap peristiwa perkosaan yang dialami secara terbuka kepada suami dan publik," ujar Julius.

"CR juga menuntut keadilan dengan meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban dari RNDY namun RNDY berkilah, hingga CR melaporkan pemerkosaan oleh RNDY kepada Polda Metro Jaya,” sambungnya.

Setelah kejadian, Tara ditemukan oleh sosok berinisial BYN dan memberikan pil kontrasepsi tanpa penjelasan mendalam.

Tara juga telah melaporkan kejadian ke POlda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/6786/IX/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 25 September 2025.

Selain jalur hukum, Tara juga meminta dukungan dari publik melalui sebuah petisi di situs change.org bertajuk "PENUHI KEADILAN UNTUK CR: HENTIKAN KEKERASAN SEKSUAL DI KLAB MALAM JAKARTA”.

Profil Rendy Brahmantyo


Rendy Brahmantyo atau yang akrab disapa Embo merupakan pengushaa di sekor lifestyle.

Dikutip dari Instagram @cintaruhamaamelz, Rendy saat ini bekerja di PT Delahouse Investindo Indonesia dengan bisnis tepat hiburan MINQ Jakarta.

Selain itu, ia juga memiliki usaha lainnya, seperti Wormwood Jakarta, Ki Izakaya, Resto Panjang Umur, retail CAPITAL Jakarta, dan KIKY Stationery.

Rendy Brahmantyo Bantah Lakukan Pemerkosaan


Menanggapi pernyataan dari Tara, Rendy membantah tuduhan tersebut.

Pengusaha muda itu mengaku hubungannya hanya sebatas profesionalitas tempat usaha.

Di mana, suami Tara merupakan personel band reguler dengan sistem kontrak yang bekerja di kelab hiburan miliknya.

"Suaminya itu band reguler di tempat saya, di salah satu tempat usaha saya," kata Rendy saat jumpa pers di kawasan Senopati, Jakarta Selatan pada Senin, 23 Februari 2026.

"Kenal (Tara) juga gara-gara suami dia sering main di tempat saya dulu," sambungnya.

Rendy mengaku pada malam kejadian dirinya tidak melakukan komunikasi langsung dengan Cinta Ruhama Almelz.

"Jadi saya juga kurang tahu dia (CR) ada di situ. Kalau saya pribadi, saya jelas tidak mengundang karena kan tempat itu kan tempat area publik ya, orang bisa booking. Undangannya siapa aja saya bahkan juga nggak tahu," tuturnya.

Kehadirannya di lokasi hanya sebagai bentuk menjalankan tugas selaku pemilik usaha hiburan.

Rendy Brahmantyo Laporkan Cinta Ruhama Almelz


Akibat tuduhan tersebut, Rendy melaporkan balik karena merasa dirugikan secara personal maupun bisnis pada 18 Februari 2026.

​"Saya klarifikasi, saya datang, saya kooperatif, saya jelaskan semua, saya bantah semua. Memang saya tidak melakukan itu," ujar Rendy.

"Saya tunggu sampai statusnya gimana sih setelah saya dipanggil. Saya nanya ke kuasa hukum juga nggak ada kejelasan gitu ya. Tiba-tiba di bulan Februari, muka saya dipasang gitu," sambungnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita