GELORA.CO -Pemerintahan Prabowo Subianto telah menggaungkan keberhasilan program kerjanya ke seantero internasional. Teranyar, Prabowo mendengungkan keberhasilan ekonomi pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, seminggu lalu.
Namun gaung tersebut tercoreng dengan adanya peristiwa seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) gantung diri akibat tidak dibelikan buku tulis oleh ibunya yang memiliki masalah ekonomi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pemerintah hilang menggelorakan kembali kebesaran bangsa, bahkan sampai di forum-forum internasional, dibatalkan oleh peristiwa seorang anak berusia 10 tahun memutuskan gantung diri karena ibunya tidak bisa menyediakan dia buku tulis,” ujar pengamat politik Rocky Gerung dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut dia, buku tulis seharusnya menjadi hak anak Indonesia yang disediakan oleh negara.
“Buku tulis adalah kemampuan seseorang untuk memperlihatkan bahwa dia berniat untuk menjadi pemimpin di masa depan, menjadi berguna bagi bangsa, menjadi seseorang yang terdidik tanpa dia harus mengatakan bahwa dia ingin memperoleh bonus demografi,“ jelasnya.
“Jadi kita ada di dalam kondisi semacam itu untuk mulai membaca bagaimana disparitas pada akhirnya menghasilkan misery (penderitaan),” tandas Rocky.
Siswa kelas IV SD berinisial YS sebelumnya ditemukan gantung diri di pohon cengkeh di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis, 29 Januari 2026.
Sumber: RMOL
