Nama Reza Arap Terseret Isu Tabung Whip Pink, Ini Kata Polda Metro Jaya

Nama Reza Arap Terseret Isu Tabung Whip Pink, Ini Kata Polda Metro Jaya

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Nama Reza Arap Terseret Isu Tabung Whip Pink, Ini Kata Polda Metro Jaya

GELORA.CO - -
Nama YouTuber dan Musisi, Muhammad Reza Oktovian alias Reza Arap menjadi sorotan publik setelah muncul isu dugaan adanya tabung whip pink atau gas nitrous oxide (N2O) di rumahnya. 

Isu tersebut ramai dibicarakan di media sosial setelah beredar potongan video vlog yang menayangkan adanya tabung whip pink di rumahnya. 

Namun, tak berselang lama, potongan video vlog itu disebut telah di-takedown. 

Respons Polda Metro Jaya


Menanggapi hal itu, Polda Metro Jaya buka suara.

Pihak kepolisian saat ini lebih menekankan pada aspek edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan gas N2O. 

"Pertanyaannya saya kembalikan, aturan hukumnya sudah ada belum? Makanya kita menyampaikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan gas N20. N2O ini adalah peruntukkannya untuk medis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto saat menjawab pertanyaan wartawan dikutip dari YouTube ReyUtamiBenuaEntertainment yang tayang pada Jumat (6/2/2026). 

Polri, kata Budi, akan melihat terlebih dahulu apakah ada unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut. 

Jika sudah diatur di dalam undang-undang, baik dalam UU kesehatan, Psikotropika, maupun narkotika, maka penindakan bisa dilakukan. 

"Polri hadir dalam memberikan imbauan edukasi termasuk apabila ada perbuatan melawan hukum terhadap itu, sudah diatur regulasi dalam ketentuan undang-undang kesehatan, apakah Undang-undang psikotropika narkotika, berarti Polri harus melakukan penindakan."

"Tetapi apabila itu belum ada regulasi hukum, dasar hukum Polri tidak akan melakukan suatu langkah yang estafet, tetapi lebih kepada pendekatan untuk memberikan himbauan tidak menyalahgunakan penggunaan gas N2O," katanya. 

Viral di media sosial 


Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya cuplikan video yang menayangkan sebuah tabung diduga Whip Pink di rumah YouTuber dan musisi, Muhammad Reza Oktovian alias Reza Arap. 

Potongan video itu viral setelah disebut-sebut berasal dari vlog yang sebelumnya tayang di YouTube. 

Namun, kini sudah ditarik atau menghilang dari platform tersebut. 

Cuplikan itu pertama kali ramai dibagikan ulang oleh sejumlah akun di TikTok dan X (dulu Twitter). 

Dalam video, terlihat ada sebuah tabung berwarna pink di dalam rumah Reza Arap. 

Banyak pihak mencurigai tabung itu diduga Whip Pink. 

Sahabat Lula Lahfah kekasih Reza Arap yang belum lama meninggal dunia, Dara Arafah, turut bereaksi atas viralnya video tersebut. 

Dalam salah satu postingan video di sebuah akun, ia menyinggung mengenai banyaknya orang yang sudah melakukan screen record sebelum video asli itu menghilang. 

"Sudah pada screen record kan?" tulisnya, yang kemudian ikut memancing banyak reaksi netizen. 

Tak hanya itu, selebgram Karin Novilda alias Awkarin, lewat akun X-nya, mengunggah ulang cuplikan video tersebut dari akun lain. 

Ia juga turut memberikan sindiran lewat Instagram di X. 

"Kalau emang enggak ada apa-apa, kenapa harus di-take down vlog-nya? Sekarang ngerti, kan," tulis Awkarin dalam unggahannya. 

Unggahan itu langsung menuai beragam respons dari warganet.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Reza Arap terkait alasan vlog tersebut ditarik dari YouTube maupun soal keberadaan tabung "whip pink" yang terlihat dalam cuplikan video viral.

Temukan tabung Whip Pink


Sebelumnya diberitakan, polisi menemukan tabung whip pink yang berisi gas tertawa (laughing gas) atau N2O di kamar apartemen Lula Lahfah di Essence Apartment, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, tabung whip pink tersebut merupakan salah satu barang bukti yang ditemukan kepolisian saat melakukan penyelidikan kematian Lula.

“Ada tabung pink yang menimbulkan polemik di masyarakat. Bisa dipastikan barang-barang itu milik saudari LL,” kata Iskandar dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) seperti dikutip Kompas.com. 

Iskandar menambahkan, tabung itu diletakkan di pinggir ruangan di samping pendingin ruangan dan bak pasir kucing.

Puslabfor DNA Bareskrim Polri Azhar Dahlan mengatakan, tabung tersebut terbukti digunakan Lula dengan temuan sidik jarinya.

“Pada tabung whip-pink muncul print DNA sentuhan profil milik saudara LL,” kata Azhar dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, polisi akan meminta keterangan terhadap lima orang saksi dari orang-orang terdekat Lula, termasuk sang kekasih, Reza Arap.

Selain Whip-Pink, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lainnya berupa obat-obatan, vape, dan empat botol cairan (liquid). Selain itu, ditemukan juga tisu dan sprei dengan bercak darah.

Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore lalu.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.

Saat polisi mengecek lokasi, Lula ditemukan tergeletak di atas kasur.

"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek warna hitam," ucap Murodih dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).

Di lokasi kejadian, polisi dilaporkan mengamankan sejumlah barang bukti obat-obatan dari penyakit yang diidap Lula.

“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita