GELORA.CO - Ketua Umum Ormas Rekat Indonesia Eka Gumilar meninggal dunia pada Sabtu, (14/2/2026). Ucapan duka cita pun disampaikan Sekretaris Jenderal Rekat Indonesia Heikal Safar.
Bagi Heikal, almarhum Eka Gumilar merupakan figur seorang kakak, ayah atau saudara yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Ia menilai sosok almarhum humanis dan bersahaja.
"Saya sebagai Sekjen Rekat Indonesia merasa sangat kehilangan menyampaikan duka yang sangat mendalam Innalillahi Wainnailaihi Raji’un atas meninggalnya seorang figur panutan bagi kami, Ketua Umum Ormas Rekat Indonesia almarhum Eka Gumilar," kata Heikal, dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut dia, almarhum Eka meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah, pada Sabtu 14 Februari 2026, Pukul 15.00 WIB di RSUD Bogor, Jawa Barat. Almarhum dimakamkan di Tempat Pekamaman Umum (TPU) Cimahpar, Kota Bogor.
"Saya selalu Sekjen Rekat Indonesia atas nama seluruh pengurus keluarga besar Ormas Rekat Indonesia Mendoakan Semoga amal baik Almarhum Eka Gumilar selalu mendapatkan ampunan, keberkahan dan keridhaan Allah," jelas Wakil Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi.
Dia mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT.
Heikal bilang ormas Rekat Indonesia didirikan oleh Ketua Dewan Pembina Rekat Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Ia menyampaikan Ryamizard menilai almarhum Eka merupakan putra terbaik bangsa Indonesia. Figur Eka juga dianggap sebagai tokoh pekerja keras, pemberani dan sangat aktif dalam menyikapi dan menghadapi persoalan bangsa.
Pun, Heikal menyebut dirinya dan seluruh anggota Rehat mencontoh semangat juang Eka Gumilar dalam menghadapi berbagai riuk pikuk dan kekisruhan di negeri ini.
"Sudah jadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari solusi yang tepat dan beradab," kata Heikal yang juga bakal Calon Gubernur DKI Jakarta .
Dia menilai Eka juga sebagai mentor dalam organisasi. "Selamat jalan Ketum, Mentor, Bapak, Kakanda kami, Almarhum Eka Gumilar semangatmu terus ada di dada kami Rekat Indonesia, Al-fatihah,” tutur Heikal.
