Iran Borong Rudal dan Ribuan Peluru Kendali dari Rusia, Siap Hadapi Serangan AS

Iran Borong Rudal dan Ribuan Peluru Kendali dari Rusia, Siap Hadapi Serangan AS

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Iran Borong Rudal dan Ribuan Peluru Kendali dari Rusia, Siap Hadapi Serangan AS

GELORA.CO -
  Kesepakatan senilai hampir Rp 10 triliun, antara Iran dan Rusia untuk pengadaan sistem rudal portabel Verba dan ribuan peluru kendali 9M336, bukan sekadar transaksi militer. 

Langkah ini memperlihatkan bagaimana Teheran berusaha menutup celah pertahanan udara yang terbuka setelah serangan Israel dan Amerika Serikat pada pertengahan 2025.

Rusia berkomitmen mengirimkan 500 peluncur dan 2.500 rudal dalam tiga tahap antara 2027–2029. 

Namun, sejumlah laporan menyebut sebagian unit sudah tiba lebih awal. 

Hal ini menandakan kedekatan strategis kedua negara yang sama-sama berhadapan dengan tekanan Barat. 

Bagi Iran, Verba bukan sekadar senjata, melainkan simbol kepercayaan Rusia dalam memperkuat mitra geopolitiknya di Timur Tengah.

Perlindungan Fasilitas Nuklir


Kesepakatan rudal ini berjalan paralel dengan upaya Iran memperkuat fasilitas nuklirnya. 

Citra satelit menunjukkan pembangunan struktur beton tebal di Parchin, Isfahan, dan Natanz. 

Terowongan ditutup rapat, akses diperkuat, dan material nuklir dipindahkan ke lokasi bawah tanah. 

Strategi ini jelas ditujukan untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan udara maupun rudal.

Langkah Iran membeli rudal mutakhir sekaligus memperkokoh fasilitas nuklir adalah pesan politik yang tegas: Teheran tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun diplomasi Barat. 

Serangan 2025, yang merusak pangkalan rudal di Shiraz dan Qom justru menjadi pemicu bagi Iran untuk membangun kembali sistem pertahanan yang lebih tangguh.

Bagi kawasan Timur Tengah, kesepakatan ini berpotensi memperbesar ketegangan. 

Israel dan AS tentu melihat penguatan Iran sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional. 

Sementara itu, Rusia memanfaatkan kontrak ini untuk memperluas pengaruhnya di luar Eropa.

Sekaligus menunjukkan bahwa embargo Barat tidak mampu menghentikan ekspor alutsista mereka.

Kesepakatan rudal Iran–Rusia bukan sekadar transaksi senjata, melainkan bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas. 

Iran ingin memastikan bahwa setiap serangan berikutnya tidak akan mudah melumpuhkan pertahanan mereka. 

Dengan memperkuat sistem udara dan melindungi fasilitas nuklir, Teheran mengirimkan sinyal bahwa mereka siap menghadapi tekanan militer sekaligus mempertahankan posisi tawar dalam diplomasi global.(*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita