GELORA.CO - Jagat media sosial, khususnya platform X (dulunya Twitter), tengah digegerkan dengan beredarnya potongan dokumen yang diduga berasal dari Epstein Files yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Dalam dokumen tersebut, nama konglomerat media Indonesia, Hary Tanoesoedibjo, tertulis jelas dan menjadi sorotan publik.
Bukan hanya soal keterlibatan bisnisnya, warganet dibuat penasaran dengan munculnya frasa "Indonesian CIA" yang tertulis dalam satu paragraf dengan nama pemilik MNC Asia Holding tersebut.
Spekulasi liar pun bermunculan, mempertanyakan apakah Hary Tanoe memiliki kaitan dengan badan intelijen asing atau sekadar perantara.
Teka-teki Sensor 'Indonesian CIA'
Dokumen yang viral tersebut menampilkan teks yang sebagian katanya ditutup atau diblok dengan warna hitam (redacted),
sehingga memicu ambiguitas dalam penafsirannya. Kalimat yang menjadi pusat perhatian warganet berbunyi:
"Hary ....(diblok warna hitam)... introduce him/her to the Indonesian CIA ...(diblok warna hitam). Hary ... speak Indonesian," tulis dokumen tersebut.
Ketidaklengkapan kalimat ini membuat konteks "Indonesian CIA" menjadi kabur. Tidak jelas apakah dokumen tersebut bermaksud:
- Menjelaskan bahwa Hary Tanoe adalah seorang agen CIA ("Indonesian CIA").
- Atau menjelaskan bahwa Hary Tanoe memperkenalkan seseorang kepada agen CIA yang ada di Indonesia.
Topik ini langsung memuncaki tren pencarian.
Akun-akun di media sosial X ramai mempertanyakan maksud dari istilah tersebut, mengingat Hary Tanoe adalah tokoh publik yang sangat berpengaruh di Indonesia.
Transaksi Properti dengan Donald Trump
Selain isu intelijen, dokumen tersebut juga menyoroti hubungan bisnis yang erat antara Hary Tanoesoedibjo dengan Donald Trump, yang dalam narasi dokumen disebut saat ini menjabat sebagai Presiden AS.
Dokumen itu mengungkap detail transaksi properti yang dinilai tidak wajar di kawasan elit Beverly Hills.
Berikut adalah poin-poin penting terkait hubungan bisnis Hary Tanoe dan Trump yang terungkap dalam dokumen:
- Pembelian Rumah: Hary Tanoe disebutkan membeli rumah milik Donald Trump di Beverly Hills.
- Harga Inflasi: Dokumen mencatat, "Hary bought his Beverly Hills home from Trump at an inflated price (NFI)," yang berarti rumah tersebut dibeli dengan harga jauh di atas harga pasar.
- Pengembangan Hotel: Hary juga disebut terlibat dalam proyek pengembangan hotel milik Trump.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Di tengah riuh rendah spekulasi ini, nama keluarga Tanoesoedibjo kembali menjadi sorotan.
Warganet juga mulai mengaitkan isu ini dengan kasus dugaan korupsi bansos beras tahun 2020 yang menyeret nama kakaknya, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (Rudi Tanoe).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group terkait beredarnya dokumen ini dan tudingan yang mengarah pada istilah "Indonesian CIA".
Publik kini menanti penjelasan agar isu yang berkembang tidak semakin liar.
