Eks Tim Mawar Ungkap Strategi Prabowo Dukung Kemerdekaan Palestina Lewat BoP

Eks Tim Mawar Ungkap Strategi Prabowo Dukung Kemerdekaan Palestina Lewat BoP

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Eks Tim Mawar Ungkap Strategi Prabowo Dukung Kemerdekaan Palestina Lewat BoP

GELORA.CO
- Keputusan Presiden RI, Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP) untuk mendukung pemulihan, perdamaian, dan kemerdekaan Palestina dinilai tepat.

Eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid mengatakan dengan bergabung dalam BoP maka Indonesia memiliki peluang lebih besar mendukung agar dunia internasional mengakui Palestina.

Meski dalam BoP tergabung Israel tapi Indonesia tetap memiliki celah untuk menjaga perdamaian, terlebih sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza.

"Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF atau Pasukan Stabilisasi Internasional memiliki posisi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung Palestina," kata Fauka, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya meski dalam BoP tergabung Israel, tapi dengan posisi Wakil Komandan ISF tidak serta merta Indonesia kehilangan kendali untuk menjadi penengah dalam konflik terjadi.

Wujud komitmen dan konsistensi Indonesia dengan mengirim 8.000 perahu TNI ke Gaza, Palestina untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Palestina yang menjadi korban penindasan Israel.

"Batalion yang dikirim adalah batalion Zeni dan Kesehatan untuk merekontruksi Palestina dari kehancuran dan memberikan jaminan kesehatan kepada rakyat Palestina," ujarnya.

Termasuk memastikan seluruh bantuan untuk masyarakat Palestina terdistribusikan dengan baik, tidak lagi terhambat karena agresi militer Israel sebagaimana sebelumnya.

Pasalnya selama ini Indonesia dan negara-negara lain terkendala untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke Palestina, penyebabnya karena akses jalur Gaza yang dibatasi Israel.

"Jadi jangan dilihat oh di BoP ada Israel, ketua Amerika terus kita enggak bisa berbuat apa-apa. Tujuan pak Pramuka tetap mendukung kemerdekaan Palestina, bukan dikendalikan negara lain," tuturnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita