Bukan Cuma Prabowo, Ternyata Jokowi Juga Klien dari George Birnbaum

Bukan Cuma Prabowo, Ternyata Jokowi Juga Klien dari George Birnbaum

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Bukan Cuma Prabowo, Ternyata Jokowi Juga Klien dari George Birnbaum

GELORA.CO -
– Namanya mungkin tak sering muncul di baliho kampanye atau layar debat kandidat. Namun di balik layar politik global, jejak George Eli Birnbaum terentang dari Washington hingga Yerusalem, dari Budapest sampai Jakarta. Konsultan politik Amerika-Israel kelahiran Los Angeles, 1970, itu dikenal sebagai ahli komunikasi krisis dan strategi pemenangan yang bekerja dalam senyap—tapi berdampak lantang.

Birnbaum lahir dari keluarga Yahudi penyintas Holocaust. Ayahnya adalah korban selamat Auschwitz, sementara tiga kakek-neneknya juga selamat dari tragedi genosida Eropa. Ia tumbuh di Atlanta dan menempuh pendidikan di Florida Institute of Technology, meraih gelar di bidang Ilmu Luar Angkasa. Namun kariernya justru melesat di orbit politik.

Sejak awal 1990-an, ia terlibat dalam berbagai kampanye Partai Republik di Amerika Serikat. Tahun 1996, ia menjadi wakil direktur politik di bawah Ketua Komite Senator Nasional Partai Republik saat itu, Alfonse D’Amato. Dua tahun berselang, ia pindah ke Israel dan menjadi kepala staf bagi Benjamin Netanyahu, membuka babak panjang kiprahnya di panggung internasional.

Kemitraannya dengan konsultan konservatif legendaris Arthur Finkelstein memperluas pengaruhnya. Bersama Finkelstein, Birnbaum terlibat dalam berbagai kampanye pemimpin dunia, mulai dari Viktor Orbán di Hongaria, hingga sejumlah kepala pemerintahan di Eropa Timur.

Nama Birnbaum kembali ramai diperbincangkan setelah laporan media internasional menyebut sejumlah tokoh politik dunia pernah menjadi kliennya. Di Indonesia, selain disebut pernah bekerja untuk kubu Prabowo Subianto, ia juga tercatat memiliki keterkaitan profesional dengan Joko Widodo melalui jaringan firma dan afiliasi teknologi politik yang ia dirikan bersama Lucian Despoiu, termasuk Majority USA—cabang Amerika dari perusahaan data politik asal Rumania.

Pada 2023, BBC bahkan menyebut Birnbaum sebagai “salah satu orang paling berpengaruh di dunia yang tidak pernah Anda pilih.” Julukan itu menggambarkan perannya sebagai arsitek strategi, bukan aktor utama di panggung.

Salah satu kontroversi yang menyeret namanya adalah kampanye politik di Hongaria yang menargetkan filantropis George Soros. Dalam wawancara yang dikutip media Swiss dan Inggris, Birnbaum mengakui bagaimana Soros dijadikan simbol musuh politik yang efektif dalam membangun narasi elektoral.

Dari exit poll di Azerbaijan hingga strategi komunikasi di Israel pasca serangan 7 Oktober, kiprah Birnbaum terus berlanjut. Ia juga tercatat pernah menjadi penasihat kebijakan Timur Tengah bagi Ben Carson pada pemilihan pendahuluan Partai Republik 2016.

Jejaknya menunjukkan satu pola: politik modern bukan hanya soal ide dan figur, tapi juga data, persepsi, dan pengelolaan opini publik lintas negara. Di era ketika citra bisa menentukan kemenangan, sosok seperti Birnbaum menjadi bagian dari mesin demokrasi global—bekerja dalam sunyi, tetapi memengaruhi arah sejarah.

Sumber: herald
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita