Berbalik '200' Persen, Sobary: Saya Kecewa dengan Jokowi karena Punya Nalar Waras

Berbalik '200' Persen, Sobary: Saya Kecewa dengan Jokowi karena Punya Nalar Waras

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Berbalik '200' Persen, Sobary: Saya Kecewa dengan Jokowi karena Punya Nalar Waras

GELORA.CO
- Budayawan sekaligus Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mohammad Sobary, dulunya dikenal sebagai pendukung Jokowi, kini berbalik 100, bahkan 200 persen. Dia mengaku kecewa karena memiliki kewarasan nalar politik.

"Kecewa sama Pak Jokowi, itu pasti. Pasti kecewa. Siapapun yang memiliki kewarasan nalar politik, pasti kecewa. Karena saya mendukung beliau itu, dulu. Tapi, sebenarnya saya mendukung idealisme saya sendiri," kata Kang Sobary, sapaan akrab pria kelahiran Bantul, DI Yogyakarta, dikutip dari podcast Forum Keadilan TV, Selasa (17/2/2026).

Selanjutnya dia membeberkan awal mula kepincut dengan sosok Jokowi. Karena trah, kesederhanaan serta kejujuran yang semua diperlihatkan Jokowi. Misalnya, Jokowi bukan berasal dari keluarga elit, namun berangkat dari rakyat biasa. Sesuai dengan idealisme yang diyakininya.

"Tiba-tiba, ada presiden dari kampung. Enggak usah ngaku pun, sema tahu di rakyat kecil. Enggak usah dikatakan miskin, dia memang miskin. Pinggir kali (sungai). Bukan dari keluarga jenderal, keluarga terkemuka. Dan, bukan keluarga koruptor. Nah, idealisme full saya persembahkan kepada beliau," kata Kang Sobary.

Namun, kepercayaan kepada Jokowi hanya bertahan lima tahun. Kini dia semakin tak percaya dengan Jokowi yang mempolisikan Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) karena rajin mengungkap keganjilan ijazah S-1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Pemimpin ditanya ijazahnya, kok malah memenjarakan orang. Ini kan edan, edan. Lah, elu kan gua bayar dengan pajak gua. Gua melarat (miskin), tapi gua bayar pajak," ungkapnya dengan nada geram.

Dalam perkara ijazah palsu, Sobary mengaku lebih percaya dengan Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma yang disebutnya 'trio macan'. "Ini cahaya terang. Mungkin belum terang-benderang, tapi sekarang sudah setengah terang. Itu sudah cukup menggerakkan kaum intelektual yang lainnya, kemudian ahli-ahli," tandasnya.

Selanjutnya, Sobary merasa lebih yakin setelah pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi membeberkan salinan ijazah Jokowi yang digunakan saat mendaftar di Pilpres 2014 dan 2019.

"Ada saudara kita, Bonatua menemukan bukti keras hardproof ijazah presiden pertama, itu menjadi pembuka rahasia. Di sini topeng tebal Jokowi bakal diblejeti. Ijasah tahun 19 akan membuka lapis topeng paling akhir. Terbukalah wujudnya yang sejati, wujud buto (raksasa)," ungkapnya. 

Saat ditanya apakah ada pesan untuk Jokowi? Dengan mimik menahan kesal, Sobary menjawab begini. "Ngapain mau menyampaikan pesan, Yang dari dulu saja, begitu banyak. Berhimpun-himpun, dari diriku dan jutaan rakyat dikhianati. Mending pesan rokok atau pesan kopi, lebih jelas. Pesan kepada Jokowi, will be nothing. Nothing tidak cukup, jadi big nothing will be zero," bebernya.

Selanjutnya dia mengatakan, upaya membongkar ijazah Jokowi yang diduga palsu, harus sampai tuntas. Dan dilanjutkan ke anaknya. "Kita telah dikentuti, kita kentuti dua kali. Topengnya yang tebal kita buka. Next  anaknya diblejeti. Kita awam, kita di belakangnya. Dan, alam yang akan memblejetinya. Barang siapa menipu, dia akan memakan hasil tipuannya. Akan meminum air gorong-gorong penipuannya," tandasnya. 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita