Banyak yang Merasa Belum Pernah Mendapat, Kemana Larinya Kurma Sumbangan Arab Saudi?

Banyak yang Merasa Belum Pernah Mendapat, Kemana Larinya Kurma Sumbangan Arab Saudi?

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
Menjelang Ramadan 1447 H (2026 M), Kerajaan Arab Saudi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap umat Islam di Indonesia dengan mengirimkan **100 ton kurma premium** sebagai bantuan kemanusiaan. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, kepada Kementerian Agama RI pada 11 Februari 2026.

Kurma tersebut merupakan hadiah langsung dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sering dikaitkan dengan inisiatif Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang rutin mengirimkan kurma ke berbagai negara muslim di dunia setiap tahun menjelang Ramadan. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, mendapat porsi signifikan yakni 100 ton—setara dengan empat kontainer besar.

Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat: "Kemana larinya kurma sebanyak itu?" atau "Kenapa jarang terasa manfaatnya di tingkat akar rumput?" Berikut penjelasan lengkap berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Agama dan berbagai sumber terpercaya.

Proses Penyerahan dan Distribusi


- Penerima utama: Kementerian Agama RI (Kemenag), melalui Biro Umum dan Direktorat terkait.
- Jumlah total: 100 ton kurma kualitas premium.
- Bagian khusus: 10 ton dikelola langsung oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta (untuk program buka puasa bersama, masjid-masjid tertentu seperti Masjid Istiqlal, dan kegiatan diplomatik lainnya).
- Sisanya (90 ton): Didistribusikan oleh Kemenag berdasarkan edaran Sekjen Kemenag tentang Pelaksanaan Distribusi Kurma Bantuan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi Tahun 2026.

Distribusi sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Februari 2026 dan ditargetkan rampung menjelang serta selama Ramadan.

Ke Mana Saja Kurma Ini Disalurkan?


Menurut pernyataan resmi Kepala Biro Umum Kemenag Aceng Abdul Azis dan Menteri Agama Nasaruddin Umar, kurma dibagikan ke berbagai pihak dan lembaga sebagai berikut:

- Pesantren dan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
- Masjid dan mushala, termasuk masjid besar dan kecil.
- Organisasi masyarakat (ormas) Islam berbagai tingkatan.
- Jurnalis dan insan media (sebagai bentuk apresiasi).
- Lembaga legislatif: DPR dan DPD RI (untuk disalurkan lebih lanjut).
- Wilayah khusus: Contohnya, 2 ton kurma dikirim ke Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk dibagikan ke masjid, musala, pesantren, pekerja konstruksi, ASN, dan masyarakat sekitar IKN (penyerahan simbolis dilakukan akhir Februari 2026).
- Ormas keagamaan Islam secara luas, termasuk yang ada di Masjid Istiqlal dan organisasi lainnya.

Banyak penerima tingkat atas ini kemudian menyalurkan kembali kurma tersebut ke jemaah, santri, mustahik, dan masyarakat sekitar mereka. Jadi, meski tidak selalu dibagikan langsung door-to-door ke setiap rumah, kurma ini tetap sampai ke tingkat grassroot melalui rantai distribusi tersebut.

Mengapa Banyak yang Merasa Belum Pernah Mendapat?


Beberapa warganet di media sosial sering bertanya-tanya karena:
- Jumlah 100 ton memang besar, tapi jika dibagi ke lebih dari 200 juta umat muslim di Indonesia, porsinya menjadi sangat kecil per orang.
- Distribusi lebih difokuskan ke lembaga keagamaan, pesantren, masjid, dan komunitas tertentu—bukan pembagian massal secara acak.
- Ada tradisi tahunan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi tidak semua daerah atau individu mendapat jatah setiap tahun.

Kemenag menegaskan bahwa distribusi dilakukan secara transparan sesuai edaran resmi, dan kurma ini murni untuk mendukung ibadah puasa serta mempererat hubungan persaudaraan Indonesia-Arab Saudi.

Penutup


Bantuan 100 ton kurma dari Arab Saudi ini adalah wujud nyata solidaritas antarnegara muslim dan bentuk perhatian Kerajaan Saudi terhadap umat Islam di Indonesia. Semoga di tahun-tahun mendatang distribusinya semakin merata dan manfaatnya semakin terasa luas.

Selamat menyambut Ramadan 1447 H. Semoga puasa kita lancar, berkah, dan diterima Allah SWT. 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita