Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari Tbk!

Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari Tbk!

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari Tbk!

GELORA.CO
-  Pemerintah merilis daftar 28 perusahaan yang dicabut izinnya, termasuk PT Toba Pulp Lestari, karena kedapatan melanggar aturan. Hal itu merespons bencana di tiga provinsi Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Keputusan pencabutan izin itu dilakukan setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melakukan investigasi di lapangan. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, setelah terjadi bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Satgas PKH mempercepat proses audit.

Kemudian, kata dia, Presiden Prabowo dari London, Inggris, Senin (19/1/2026), memimpin rapat terbatas bersama Satgas PKH. Menurur Prasetyo, Satgas PKH dalam laporannya kepada RI 1 menemukan indikasi sejumlah perusahaan yang melakukan pelanggaran.

"Berdasarkan laporan tersebut, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, yang terbukti melakukan pelanggaran," ucap Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam WIB.

Adapun dari 28 perusahaan, terdiri 22 perusahaan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) hutan alam atau hutan tanaman seluas 1,01 juta hektare serta enam perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan perizinan berusaha pemanfaatan hasil hutan kayu (PBPHHK).

Prasetyo menerangkan, selama setahun berjalan, Satgas PKH sudah berhasil menertibkan dan menguasai kembali 4,09 juta hektare perkebunan kelapa sawit dalam kawasan hutan. Dari luasan tersebut, sebesar 900 ribu hektare dikembalikan sebagai hutan konservasi dalam rangka keanekaragaman hayati dunia.

"Termasuk di dalamnya, seluas 81.700 hektare berada di Taman Nasional Tesso Nilo di Provinsi Riau," ucap Prasetyo.

Acara tersebut turut dihadiri Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung Sinitiar Burhanuddin, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Jampidsus Febrie Adriansyah, dan Kasum TNI Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon.

"Terima kasih kepada Satgas PKH beserta seluruh jajarannya, dan di lapangan yang terus bekerja keras tiada henti untuk melakukan penertiban-penertiban. Kemudian, kami juga menyampaikan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang terus-menerus memberikan dukungan kepada kami semua, yang menjalankan tugas negara," ucap Prasetyo.

Dia pun memastikan, Satgas PKH akan terus melakukan penertiban di lapangan. Tujuannya agar semua perusahan tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Semua ini, kita laksanakan untuk sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih," kata Prasetyo.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita