Perluasan Sawit di Papua Bawa Manfaat Besar, Seperti Apa Itu?

Perluasan Sawit di Papua Bawa Manfaat Besar, Seperti Apa Itu?

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Perluasan kebun sawit di Papua memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat. Mulai dari membuka lapangan kerja, mengurangi ketimpangan, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, hingga mendorong kemandirian energi nasional. 

Di tengah sempitnya lapangan kerja di Papua, perkebunan sawit bisa menjadi solusi bagi warga. Industri ini mampu menyerap lapangan kerja dari hulu hingga hilir. 

Menurut perhitungan mantan Wakil Gubernur Provinsi Papua, Alex Hasegem, SE, jika terbuka 2 juta hektar lahan kelapa sawit di Papua, dimana 50 persen-nya itu dialokasikan untuk petani plasma, maka dapat memberikan kesempatan kerja kepada 250.000 Kepala Keluarga Orang Asli Papua (OAP). 

Kemudian, jika setiap keluarga itu terdiri dari 4 orang, maka kehadiran perkebunan sawit bisa menghidupi sekitar 1 juta orang Papua. Ini angka minimal dari petani saja. Belum dari industri pengolahan hingga distribusinya ke pasar. Pasti angkanya lebih besar. 

Terbukanya lapangan kerja itu pasti akan mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Pun akan mengurangi kemiskinan di kalangan Orang Asli Papua. 

Tak hanya itu, kehadiran sawit juga berpotensi mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi di Papua. Berdasarkan studi PASPI (2025) dalam jurnal berjudul "Perkebunan Sawit Rakyat Indonesia: Perkembangan, Kontribusi, dan Tantangan" mengatakan bahwa perkebunan kelapa sawit berkontribusi dalam menurunkan ketimpangan sosial ekonomi karena sektor ini memiliki distribusi pendapatan yang relatif lebih merata.

Studi Syahza et al. (2019; 2021) juga menegaskan bahwa pembangunan perkebunan kelapa sawit mampu mengurangi ketimpangan antar-golongan masyarakat dan mempersempit ketimpangan ekonomi antar-kabupaten atau kota di Indonesia. 

Kemudian, kehadiran perkebunan sawit juga akan meningkatkan pendapatan daerah di Papua. Berdasarkan banyak penelitian, daerah-daerah sentra sawit umumnya memiliki pertumbuhan ekonomi (PDRB) yang lebih cepat apabila dibandingkan dengan kabupaten non-sentra. 

Selain itu, kehadiran sawit juga berkorelasi dengan penurunan kemiskinan di pedesaan. Bahkan penurunan kemiskinan di daerah sentra sawit itu lebih cepat dibandingkan daerah non-sentra sawit. 

Terakhir, kehadiran sawit di Papua juga dapat menopang kemandirian energi nasional yang tengah dicanangkan Presiden Prabowo. Sawit, sebagaimana singkong dan tebu, akan menjadi bahan bakar nabati yang akan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil. 

Ke depan, laju perkembangan global akan mengarah pada energi terbarukan, seperti sawit, tebu atau singkong.  Dan, kita punya sumber daya yang melimpah di Papua-sesuatu yang tidak dimiliki negara lain.

Namun segala manfaat besar itu kerap kali tertutup dengan narasi kerusakan lingkungan dan deforestasi. Padahal, sawit dan kelestarian lingkungan tak perlu dibenturkan, bahkan keduanya bisa berjalan beriringan. 

Tugas Pemerintah adalah memastikan perluasan kebun sawit di Papua itu sesuai aturan dan protokol lingkungan. Asalkan itu diterapkan secara lurus dan benar, maka perkebunan sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bisa dijalankan. 

Dari sana kita akan melihat bahwa masyarakat asli Papua mendapatkan manfaat ekonominya, lingkungan tidak rusak, daerah semakin maju, dan negara makin berdaulat karena kita mandiri energi. 

Masuk akal, kan?
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita