Motor Listrik Polytron Andalan Ojol, Narik 200 Kilometer Cuma Keluar Rp 10 Ribu

Motor Listrik Polytron Andalan Ojol, Narik 200 Kilometer Cuma Keluar Rp 10 Ribu

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Motor Listrik Polytron Andalan Ojol, Narik 200 Kilometer Cuma Habis Rp 10 Ribu

GELORA.CO -
Penggunaan motor listrik untuk aktivitas harian berintensitas tinggi mulai menunjukkan relevansinya di lapangan. Hal itu tercermin dari pengalaman Zulfikar, pemilik Polytron Fox R yang berprofesi sebagai ojek daring dan mengandalkan motor listrik tersebut untuk bekerja hingga 12 jam per hari.

Dalam kesehariannya, Zulfikar mengaku jarak tempuh yang dilalui terbilang panjang. Aktivitas mengaspal sejak pagi hingga malam membuat konsumsi jarak tempuh motor listriknya nyaris menyentuh batas maksimal setiap hari.

“Kalau harian itu tentatif ya, tapi paling jauh hampir 200 kilometer sehari. Rata-rata memang di kisaran itu,” ujar Zulfikar saat ditemui di acara kumparan On The Road baru-baru ini.

Dengan jarak tempuh tersebut, ia menyebut pengisian daya biasanya dilakukan dua kali sehari. Proses pengecasan pun dimanfaatkan sebagai waktu istirahat di sela-sela pekerjaan, sehingga tidak terlalu mengganggu produktivitas sebagai pengemudi ojol.

“Kurang lebih 200 kilometer, jadi sehari dua kali ngecas. Biasanya sambil makan atau istirahat juga,” katanya.

Dari sisi pengalaman dua tahun menggunakan motor listrik, Zulfikar menilai sisi positif jauh lebih dominan dibandingkan negatif. Salah satu faktor utama adalah efisiensi biaya operasional harian yang terasa signifikan jika dibandingkan dengan motor bensin.

“Kalau pakai motor bensin, per hari saya bisa keluar bensin sekitar Rp 60 ribu. Pakai motor listrik paling cuma Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ucapnya.

Selain penghematan energi, ia juga menyoroti minimnya biaya perawatan. Berbeda dengan motor bensin yang menuntut perawatan rutin seperti ganti oli dan servis berkala, motor listrik dinilai lebih sederhana dari sisi maintenance.

“Motor bensin tiap bulan pasti ada ganti oli dan servis. Kalau motor listrik nggak ada perawatan rutin, kecuali ada kendala teknis saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Zulfikar, menggunakan Honda Vario 125 selama delapan tahun. Soal keandalan di kondisi ekstrem, termasuk saat melewati genangan atau banjir, Zulfikar mengaku belum pernah mengalami masalah berarti.

Ia menilai sistem motor listrik Polytron Fox R cukup aman selama digunakan sesuai batasan yang dianjurkan.

“Kalau banjir Alhamdulillah aman, sampai dan pulang nggak ada masalah. Motor listrik kan pakai BLDC di roda belakang, asal jangan lebih dari 30 menit di air dan tetap bergerak, masih aman,” tuturnya.

Terkait kondisi motor, Zulfikar menyebut unit yang digunakannya masih tergolong standar. Ia hanya melakukan penyesuaian untuk memaksimalkan karakter motor sesuai kebutuhan pribadi, tanpa modifikasi fisik ekstrem seperti penambahan baterai.

“Motornya standar, masih sama bawaan pabrikan biar lebih sesuai pemakaian. Jadi tinggal adaptasi aja buat atur gasnya,” katanya.

“Kalau motor listrik itu tergantung tangan juga. Nggak kayak motor bensin yang harus digeber, ini bisa di-gliding saja,” ucapnya.

Dengan pengalaman tersebut, Zulfikar mengaku sudah tidak terpikir untuk kembali menggunakan motor bensin sebagai kendaraan utama. Bahkan ke depan, ia berencana untuk menambah armada motor listrik untuk menunjang aktivitas hariannya sebagai ojol.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita