Mengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran

Mengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Mengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran

GELORA.CO - 
Di sela acara penandatanganan pakta Dewan Perdamaian di Davos, Swiss pada Rabu (21/1/2026), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Iran ingin bernegosiasi dengan AS dan membuka pintu dialog. Pernyataan terbaru Trump 'melunak' jika dibandingkan dengan retorika-retorika yang ia lontarkan terhadap Iran sebelumnya.

"Iran ingin bernegosiasi, dan kami akan bernegosiasi," kata Trump dikutip BNE Intellinews.

Diketahui AS mengerahkan kapal induk Abraham Lincoln ke Teluk Persia dan melaksanakan operasi pengerahan Angkatan Udara di Timur Tengah. Pengerahan itu merespons demonstrasi di Iran yang berujung kerusuhan. Trump sebelumnya pernah mengancam akan melancarkan aksi militer terhadap Teheran dengan dalih membantu demonstran yang diklaimnya mengalami represi oleh rezim.

Menurut beberapa laporan, komunikasi antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan Presiden AS, Steve Witkoof terus terjalin di tengah ketegangan antara Teheran dan Washington. Pada pekan lalu, Trump dilaporkan membatalkan atau setidaknya menunda keputusan menyerang Iran dengan alasan dirinya menerima informasi bahwa eksekusi mati terhadap para demonstran dibatalkan.

Merespons Trump, Araghchi dalam wawancara dengan Fox News membantah isu bahwa Teheran berencana mengeksekusi mati ratusan demonstran yang akan disiarkan langsung oleh TV.

Pada 22 Januari, Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menegaskan, angkatan bersenjata "lebih siap dari sebelumnya" untuk mengeksekusi perintah dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sembari mengingatkan AS dan Israel untuk menghindari miskalkulasi. Pakpour menegaskan bahwa pangkalan militer AS di Timur Tengah dan wilayah Israel akan menjadi terget yang sah jika Iran diserang.

Diketahui, kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa rudal penghancur dan jet-jet F-35C diperkirakan akan sampai di Teluk Persia dalam tempo satu pekan ke depan. Pentagon juga dilaporkan telah mengerahkan sejumlah jet F-15 ke Yordania dan memposisikan rudal Patriot dan sistem pertahanan udara THAAD di kawasan Teluk.

Program nuklir


Di tengah sikap melunaknya terhadap Iran, Trump mengingatkan Teheran untuk tidak melanjutkan kembali program nuklirnya, seraya menegaskan bahwa pelanggaran terhadap larangan itu dapat memicu tindakan militer. Trump mengatakan Washington akan memastikan posisi Teheran saat ini terkait aktivitas nuklirnya dan tidak akan menoleransi upaya apa pun untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Itu tempat yang keras. Itu tempat yang kami serang sangat keras (Juni lalu)… mengakhiri program nuklir,” kata Trump dalam wawancara dengan CNBC di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu.

Ia menyebut serangan itu dilakukan dengan pesawat pengebom siluman B-2. Trump menambahkan Iran seharusnya sudah memiliki senjata nuklir jika serangan tersebut tidak dilakukan.

“Mereka akan punya senjata nuklir sejak lama, bahkan mungkin sebulan setelah kami menyerang, seandainya kami tidak menghantam mereka. Dan kami menghantam mereka dengan keras, dengan B-2,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah AS kini akan memantau langkah Teheran selanjutnya.

“Kami akan mencari tahu di mana posisi mereka sekarang dan apa yang akan mereka lakukan soal nuklir. Mereka tidak boleh melakukan nuklir. Satu hal yang selalu saya tekankan, mereka tidak boleh melakukan nuklir,” katanya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita