GELORA.CO - Kisah pilu Sudrajat (50 tahun) bukan hanya dituduh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa menjual es gabus berbahan dasar spons.
Ia ternyata tidak mampu menyekolahkan tiga anaknya. Anaknya ada lima, hanya dua orang yang sekolah.
Selain itu, kondisi rumahnya pun sudah lapuk bahkan jebol pada bagian atapnya usai didera hujan deras.
Rumah Sudrajat berada di sebuah gang di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. kumparan mendatangi rumah itu pada Selasa (27/1).
Dari luar, terlihat kondisi rumah itu sudah lapuk. Dari dalam, terlihat atap asbesnya sudah jebol.
"Rumahnya ambrol Selasa kemarin (20/1), soalnya rumahnya lapuk terus cuaca hujan terus," ujar Ali Akbar, Ketua RW setempat.
Rumah Sudrajat pun mendapatkan bantuan dari RW. "Beruntung dana dari desa turun, kami warga langsung belikan material," ujarnya. Kini terdapat beberapa lembar asbes untuk dipasangkan di atap.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun turut memberikan bantuan termasuk sembako.
Bantuan diberikan oleh perangkat wilayah, yakni Sekretaris Kecamatan Rawa Panjang Elfi Nila Hartanti, Kepala Desa Mohammad Agus, serta perwakilan Dinas Sosial yakni Ferianto.
Pihak pemerintah juga akan membantu anak-anak Sudrajat agar dapat melanjutkan pendidikan.
Elfi mengatakan, dari empat anak Sudrajat, satu masih bersekolah dan tiga lainnya tidak bersekolah. Keterangan ini berbeda dengan penjelasan Sudrajat bahwa anaknya ada lima, tiga di antaranya tidak bersekolah.
“Kami akan bantu mereka mengenyam kembali pendidikan sesuai perintah presiden,” ujar Elfi.
“Ini menjadi PR kita untuk lebih memperhatikan masyarakat sekitar agar dapat mengenyam pendidikan,” lanjutnya.
Selain itu, bantuan juga datang dari Polres Bogor dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM. Saat ini, Sudrajat sedang dibawa tim KDM.
