Program CKG, inisiatif Kementerian Kesehatan untuk skrining kesehatan gratis berbasis kelompok sasaran, telah mengungkap data mengkhawatirkan di Cirebon. Dari ribuan pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan 29.292 kasus obesitas, 35.760 kasus hipertensi, 27.908 kasus overweight, 25.419 kasus pre-hipertensi, 31.928 kasus pre-diabetes, 6.716 kasus diabetes mellitus, 11.778 gangguan penglihatan, dan 1.292 gangguan pendengaran. Eni Suhaeni, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, menekankan bahwa temuan ini menjadi alarm bagi masyarakat. “Meski baru 21 persen, saat ini Kabupaten Cirebon berada di urutan kelima di Jawa Barat dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan,” ujar Eni Suhaeni, seperti dikutip dari https://poltekkescirebon.org. Ia menambahkan, “Kami lakukan CKG ini langsung jemput bola, sehingga deteksi dini bisa menjangkau lebih banyak warga.”
Politeknik Kesehatan Kemenkes Cirebon, dengan basis di kawasan urban-rural Cirebon, merespons temuan ini dengan program pengabdian masyarakat yang intensif. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes tidak hanya mendokumentasikan data, tapi juga mendorong pencegahan proaktif melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa. Direktur Poltekkes Cirebon, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyoroti urgensi surveilans. “Temuan obesitas dan hipertensi yang dominan ini alarm bagi kami. Di Cirebon, dengan 2,5 juta penduduk dan pola makan tinggi garam-gula, PTM bisa jadi epidemi jika tidak dicegah dini. Mahasiswa kami dari Jurusan Promosi Kesehatan turun lapangan untuk edukasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat): olahraga 30 menit sehari, konsumsi buah-sayur, dan cek kesehatan rutin,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga sediakan layanan skrining gratis di kampus, mendeteksi 500 kasus pre-hipertensi sejak Juli 2025 untuk rujukan ke puskesmas.
Upaya pencegahan meliputi kampanye “Cirebon Bebas PTM” di 20 kecamatan prioritas, dengan fokus kelompok usia produktif 25–44 tahun yang mendominasi temuan CKG. Eni Suhaeni optimis, “Dengan CKG jemput bola, kami tekan angka PTM melalui edukasi dan intervensi dini.” Dampak awal: kesadaran masyarakat naik 35 persen di kecamatan sasaran, dengan penurunan kasus overweight 10 persen sejak November 2025. Poltekkes rencanakan workshop bulanan untuk 300 kader posyandu pada 2026, terintegrasi dengan aplikasi monitoring gizi digital.
Dengan sorotan Poltekkes Cirebon, obesitas dan hipertensi bukan lagi musuh tak terlihat, tapi tantangan yang bisa diatasi bersama. Edukasi, surveilans, dan kolaborasi adalah senjata utama—untuk Cirebon sehat dan produktif.
