Sri Kumalasari, anggota DPRD Berau, menekankan urgensi penguatan fasilitas kesehatan di destinasi wisata. “Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama. Tanpa fasilitas kesehatan yang memadai, citra Berau sebagai destinasi premium bisa tercoreng,” ujarnya, seperti dikutip dari https://poltekkesberaukab.org. Ia menyebut bahwa kolaborasi antara pemerintah lokal dan pengelola wisata, termasuk dukungan Poltekkes Berau, diperlukan untuk menyediakan layanan darurat, posko medis, dan edukasi pencegahan. Di Berau, destinasi seperti Kepulauan Derawan menarik ribuan wisatawan setiap tahun, tapi fasilitas kesehatan masih terbatas, sering kali bergantung pada posyandu sederhana atau rujukan ke RSUD Panarikan yang berjarak jauh.
Poltekkes Kemenkes Berau, sebagai lembaga vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, memimpin inisiatif melalui Program Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) yang dimulai sejak 2024. Direktur Poltekkes Berau, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 100 mahasiswa Jurusan Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat untuk mendirikan posko kesehatan mobile di 5 destinasi prioritas: Derawan, Maratua, Kakaban, Tanjung Batu, dan Biduk-Biduk. “Kami dorong penguatan fasilitas melalui pelatihan tenaga medis lokal dan edukasi wisatawan tentang pencegahan penyakit seperti demam berdarah dan infeksi kulit akibat air laut,” katanya. Mahasiswa Poltekkes turun langsung mendampingi pengelola wisata, menyediakan alat medis darurat seperti defibrillator portabel dan kit pertolongan pertama, serta melakukan simulasi darurat seperti tenggelam atau gigitan hewan laut.
Kolaborasi ini melibatkan Dinas Pariwisata Berau dan pengelola homestay, yang sering kali kekurangan SDM kesehatan. Poltekkes Berau telah melatih 50 kader wisata untuk penanganan dasar, termasuk CPR dan evakuasi medis. “Fasilitas kesehatan yang kuat bukan hanya gedung, tapi orang yang siap. Di Berau, wisatawan sering datang untuk snorkeling atau diving; risiko kecelakaan tinggi. Kami pastikan setiap homestay punya posko mini,” tambah Dr. Siti Nurhaliza. Hasil awal program menunjukkan peningkatan respons darurat 40 persen di Derawan, di mana waktu evakuasi korban penyakit tropis turun dari 2 jam menjadi 45 menit.Penguatan fasilitas juga mencakup edukasi pencegahan. Poltekkes Berau menggelar sosialisasi bagi wisatawan tentang penggunaan tabir surya, hidrasi, dan vaksinasi pra-wisata. Di tengah target kunjungan wisatawan 100.000 orang per tahun, inisiatif ini mendukung visi Berau sebagai superhub wisata Borneo. Wakil Bupati Berau, H. Agus Tamindok, memuji peran Poltekkes. “Kolaborasi ini tingkatkan daya saing wisata Berau. Wisatawan sehat berarti pariwisata berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, Poltekkes Berau rencanakan riset bersama Dinas Pariwisata untuk peta risiko kesehatan di destinasi wisata, termasuk integrasi aplikasi mobile untuk laporan darurat. Dengan dorongan Poltekkes, Berau bukan lagi destinasi indah tapi rawan, melainkan surga wisata aman dan sehat. Penguatan fasilitas kesehatan adalah investasi untuk pariwisata yang lestari—Berau siap sambut wisatawan dengan tangan terbuka dan hati tenang.
