DLH Ponorogo dan Kemenag Bersinergi Perkuat Ekoteologi: Senjata Spiritual Atasi Krisis Sampah!

DLH Ponorogo dan Kemenag Bersinergi Perkuat Ekoteologi: Senjata Spiritual Atasi Krisis Sampah!

Gelora News
facebook twitter whatsapp
DLH Ponorogo dan Kemenag Bersinergi Perkuat Ekoteologi: Senjata Spiritual Atasi Krisis Sampah!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk memperkuat pendekatan ekoteologi dalam penanganan sampah. Kolaborasi ini menjadi terobosan baru yang menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan, demi mewujudkan Ponorogo yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan kolaborasi tersebut digelar melalui serangkaian pembinaan, seminar, dan aksi lapangan yang melibatkan tokoh agama, ulama, pendidik agama, serta masyarakat umum. Ekoteologi, yang memandang pemeliharaan alam sebagai bagian dari ibadah dan amanah Tuhan, menjadi landasan utama dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.

Kepala DLH Ponorogo menyatakan bahwa masalah sampah tidak bisa diatasi hanya dengan pendekatan teknis semata. “Kita butuh sentuhan nilai spiritual. Melalui ekoteologi, umat beragama diajak melihat sampah bukan sekadar limbah, melainkan ujian amanah menjaga bumi ciptaan Allah,” ujarnya saat membuka acara pembinaan bersama.

Dalam kegiatan ini, peserta diajarkan cara mengelola sampah dari sumber, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pengomposan skala rumah tangga, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Para tokoh agama turut aktif menjadi agen perubahan dengan menyampaikan khutbah dan materi keagamaan yang bertemakan lingkungan hidup.

Plt. Kepala Kantor Kemenag Ponorogo menambahkan, “Agama mengajarkan kita untuk tidak merusak bumi. Kolaborasi dengan DLH ini adalah wujud konkret bagaimana nilai-nilai ekoteologi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari masjid, sekolah agama, hingga rumah tangga.”

Program ini juga mencakup penguatan Bank Sampah berbasis masjid dan pondok pesantren, serta kampanye “Masjid Bersih, Lingkungan Suci”. Diharapkan, melalui pendekatan ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat dan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.

Kolaborasi DLH Ponorogo dengan Kemenag ini sejalan dengan gerakan nasional Kementerian Agama yang mendorong ekoteologi sebagai bagian dari kurikulum dan aksi nyata keagamaan.

Masyarakat Ponorogo yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program pengelolaan lingkungan dan pelaporan sampah dapat mengunjungi situs resmi DLH Ponorogo di dlhponorogo.bondowosokab.org

Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Ponorogo diharapkan dapat menjadi contoh sukses bagaimana nilai spiritual mampu menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Mari wujudkan Ponorogo Bersih melalui iman dan aksi nyata! 🌍♻️

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google