Rais Aam PBNU Batalkan Semua Keputusan Gus Yahya, Gus Ipul Balik Sekjen?

Rais Aam PBNU Batalkan Semua Keputusan Gus Yahya, Gus Ipul Balik Sekjen?

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Rais Aam PBNU Batalkan Semua Keputusan Gus Yahya, Gus Ipul Balik Sekjen?

GELORA.CO -
Surat keputusan dan rotasi yang dikeluarkan Ketua Umum PBNU sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), kini dibatalkan. Sejak 26 November 2025, seluruh kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berada di tangan Rais Aam, KH Miftachul Akhyar, yang menegaskan bahwa penggunaan atribut atau pengambilan keputusan atas nama ketum tidak lagi memiliki legitimasi.

“Sehingga (Gus Yahya) tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai Ketua Umum PBNU,” tegas Miftachul Akhyar usai bertemu para Syuriah PBNU dan 36 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

Miftachul menambahkan bahwa latar belakang pencopotan Gus Yahya tercantum jelas dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU.

“Latar belakang dan dasar pertimbangan sebagaimana disebutkan dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU adalah benar-benar sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya. Serta tidak terdapat motif atau latar belakang lain selain daripada yang tercantum di dalam Risalah Rapat,” jelasnya.

Rotasi Strategis Gus Ipul dan Posisi Sekjen


Rapat Harian Tanfidziyah PBNU yang digagas Gus Yahya memutuskan merombak jajaran inti kepengurusan, termasuk rotasi posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang sebelumnya dijabat Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Risalah rapat itu ditandatangani langsung oleh Gus Yahya pada Jumat (28/11/2025).

Tangkapan layar keterangan resmi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar soal posisi Gus Yahya tak lagi Ketua Umum PBNU. (Foto: Tangkapan Layar/Dok: inilah.com)
Tangkapan layar keterangan resmi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar soal posisi Gus Yahya tak lagi Ketua Umum PBNU. (Foto: Tangkapan Layar/Dok: inilah.com)
Gus Ipul lantas digeser sebagai Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media. Posisi Sekjen kemudian dipegang oleh Dr. Amin Said Husni, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).

Perombakan ini juga berdampak pada posisi Waketum OKK yang kini diisi KH Masyhuri Malik. Sementara Bendahara Umum (Bendum) yang sebelumnya dipegang Gudfan Arif Ghofur, digeser menjadi Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan, dan posisi pengelola keuangan organisasi dialihkan kepada H. Sumantri Suwarno.

Sedangkan saat ini, Rais Aam menegaskan kalau Gus Yahya sudah dicopot dari kursi Ketum PBNU sejak 26 November 2025. Saat ini, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam, KH Miftachul Akhyar. 

"Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," tegas Miftachul.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita