Direktur Poltekkes Kemenkes Pontianak, dr. Hj. Yuliana, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan harapan besar. “Hari ini, 1.089 wisudawan/wisudawati telah siap mengabdi di berbagai lini kesehatan. Mereka adalah harapan bangsa untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2045, dengan kompetensi yang tidak hanya teknis tapi juga berjiwa sosial tinggi,” ujar dr. Yuliana, seperti dikutip dari https://poltekkespontianak.org. Ia menekankan bahwa lulusan Poltekkes Pontianak telah dibekali kurikulum terintegrasi, termasuk praktik lapangan di RSUD dr. Soedjati, puskesmas, dan program pengabdian masyarakat, sehingga 85% di antaranya langsung terserap kerja sebelum wisuda.
Rincian wisudawan mencakup berbagai jenjang: 612 sarjana terapan (S.Tr.Kes) dari Program Studi Keperawatan, Gizi, Kebidanan, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat; serta 477 diploma tiga (D.III) dari jurusan Teknologi Laboratorium Medis dan Kesehatan Gigi. Khusus jurusan Kebidanan, 150 wisudawati siap ditempatkan di desa-desa terpencil untuk tingkatkan angka persalinan aman, sementara lulusan Gizi akan mendukung program pencegahan stunting yang masih tinggi di Kalbar (21,6%). Acara dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, Edi Darma Yudha, yang mewakili Gubernur, serta Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Banjarmasin, dr. H. Agus Subiyanto, M.Kes, sebagai inspektur wisuda. Wakil Gubernur Edi Darma Yudha menyampaikan apresiasi atas kontribusi Poltekkes Pontianak. “Lulusan Poltekkes adalah garda terdepan dalam transformasi kesehatan Kalbar. Mereka akan menjadi agen perubahan di tengah tantangan pandemi dan bencana alam,” katanya.
Wisuda ini juga menyoroti prestasi akademik: 45 wisudawan meraih predikat cum laude, dengan IPK tertinggi 3,95 dari Program Studi Keperawatan. Selain itu, Poltekkes Pontianak baru saja meraih akreditasi A untuk tiga program studi unggulan, yang memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional. Dr. Yuliana menambahkan bahwa Poltekkes akan membuka Program Studi Sarjana Terapan Rekam Medis dan Informatika Kesehatan pada 2026, untuk mendukung digitalisasi layanan kesehatan di Kalbar. “Kami berkomitmen cetak tenaga kesehatan unggul yang siap hadapi era Industri 4.0, dengan penekanan pada teknologi dan etika profesi,” tegasnya.
Acara wisuda diwarnai dengan pemutaran video profil Poltekkes, penyerahan ijazah, dan pemukulan gong oleh inspektur wisuda. Para wisudawan mengikrarkan sumpah profesi, berkomitmen mengabdi di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) seperti perbatasan Pontianak-Singkawang. Seorang wisudawati terbaik dari Jurusan Kebidanan, Ns. Rina Sari, berbagi cerita: “Saya siap kembali ke kampung halaman di Sanggau untuk bantu ibu-ibu hamil. Poltekkes ajarkan saya bukan hanya ilmu, tapi juga empati.”
Wisuda 1.089 wisudawan ini menjadi momentum refleksi bagi Poltekkes Pontianak untuk terus berinovasi. Dengan lulusan yang tersebar di 15 kabupaten/kota Kalbar, institusi ini telah berkontribusi signifikan dalam penurunan angka kematian ibu (AKI) dari 120 menjadi 85 per 100.000 kelahiran hidup sejak 2020. Ke depan, Poltekkes rencanakan kolaborasi dengan RSUD provinsi untuk program magang internasional, memperkaya pengalaman lulusan. Prestasi ini membuktikan bahwa Poltekkes Pontianak bukan hanya sekolah, tapi pabrik pembuat pahlawan kesehatan. Selamat kepada 1.089 wisudawan—abdi dan wujudkan Indonesia sehat!
