Fenomena buang air besar sembarangan masih menjadi tantangan besar di Desa Ambawang Kuala, di mana sebagian besar warga tinggal di permukiman tepi sungai. Praktik ini tidak hanya mencemari sumber air utama untuk kehidupan sehari-hari, tapi juga memicu penyebaran penyakit seperti diare, kolera, dan infeksi saluran pencernaan, terutama pada anak-anak dan lansia. Data Dinas Kesehatan Kubu Raya menunjukkan bahwa tingkat ODF di kecamatan Sungai Ambawang masih di bawah 70%, jauh dari target nasional 100% pada 2025. Oleh karena itu, Pengabmas Poltekkes Kubu Raya difokuskan pada edukasi dan intervensi praktis untuk mengubah perilaku masyarakat, sekaligus membangun infrastruktur sanitasi sederhana yang terjangkau.
Kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Pontianak, termasuk Suharno, SKM., M.Kes., Prof. Dr. Sunarsieh, M.Kes., dan Taufik Anwar, SKM., M.Kes., yang bekerja sama erat dengan Poltekkes Kubu Raya sebagai mitra regional. Peserta melibatkan perwakilan Puskesmas Sungai Ambawang, petugas sanitasi, aparatur desa Ambawang Kuala, serta warga sasaran yang tinggal di bantaran sungai. Selama dua bulan, tim melakukan serangkaian kegiatan: mulai dari penyuluhan intensif tentang pentingnya sanitasi lingkungan, pelatihan pembuatan septic tank sederhana, hingga pemasangan demonstrasi septic tank PVC Tripikon Triple-Tank. Model septic tank ini dirancang khusus untuk daerah rawan banjir, dengan sistem tiga tangki yang memproses tinja secara alami sebelum dibuang, mencegah kontaminasi langsung ke sungai.
Suharno, salah satu narasumber utama, menekankan manfaat langsung dari intervensi ini. “Dengan edukasi dan pelatihan pada masyarakat, dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal untuk tidak secara langsung membuang kotoran tinja ke badan air, akan tetapi terlebih dahulu melalui septic tank PVC Tripikon Triple-Tank,” ujarnya dikutip https://poltekkeskuburaya.org. Demonstrasi ini tidak hanya menjadi contoh visual, tapi juga panduan praktis bagi warga untuk mereplikasi sendiri dengan biaya rendah, menggunakan bahan lokal seperti PVC dan semen. Warga yang terlibat, seperti bapak-bapak nelayan di Ambawang Kuala, mengaku terinspirasi. “Dulu kami buang ke sungai karena tak punya pilihan. Sekarang, dengan septic tank ini, air minum kami lebih aman, anak-anak jarang sakit perut,” cerita salah seorang peserta.
Okta Sucianto, SKM, Pimpinan Puskesmas Sungai Ambawang, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis. “Dengan tindak lanjut kegiatan Pengabmas dosen tahun ini dalam rangka mempercepat capaian Desa ODF di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ambawang, khususnya di Desa Ambawang Kuala,” katanya. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat hingga 80%, dengan 20 rumah tangga mulai membangun septic tank mandiri. Ini berkontribusi pada target ODF nasional, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 6 tentang air bersih dan sanitasi.
Poltekkes Kubu Raya, melalui kegiatan ini, tidak hanya mempercepat ODF, tapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan turun langsung mendampingi warga, memantau kualitas air sungai pasca-intervensi, dan melakukan survei perilaku sanitasi. Direktur Poltekkes Kubu Raya, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan, “Pengabmas ini adalah bentuk nyata pengabdian kami. Di Kubu Raya yang kaya sungai, sanitasi adalah kunci kesehatan masyarakat. Kami siap kolaborasi lanjutan untuk desa-desa lain.”
Ke depan, Poltekkes Kubu Raya berencana memperluas program ini ke kecamatan tetangga seperti Jangkang dan Terentang, dengan integrasi teknologi sederhana seperti aplikasi monitoring sanitasi. Kolaborasi dengan puskesmas dan pemerintah desa akan ditingkatkan, termasuk pelatihan kader sanitasi. Inisiatif ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalbar, membuktikan bahwa dengan edukasi dan infrastruktur murah, ODF bukan mimpi, tapi kenyataan. Desa Ambawang Kuala kini melangkah lebih dekat ke lingkungan hijau dan sehat—terima kasih kepada pengabdian Poltekkes Kubu Raya yang tak kenal lelah.
