Poltekkes Penajam Paser Utara Prioritaskan Lansia dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis HKN ke-61

Poltekkes Penajam Paser Utara Prioritaskan Lansia dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis HKN ke-61

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, merayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, khususnya lansia yang sering dianggap rentan terhadap penyakit kronis. Pada Sabtu, 15 November 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU menggelar kegiatan utama di Jalan Jalur Dua Gerbang Madani, depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAPB PPU. Acara ini memprioritaskan lansia sebagai kelompok utama, dengan serangkaian aktivitas seperti jalan santai, senam bersama, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan medis gratis. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Penajam Paser Utara, sebagai mitra strategis Dinkes PPU, turut berkontribusi melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam pelayanan dan edukasi, memastikan program ini berjalan optimal untuk mendukung tema HKN "Pemerintah Kuat, Rakyat Sehat, Indonesia Hebat".


Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta, berdasarkan jumlah kupon yang dibagikan, dengan mayoritas lansia yang hadir untuk memanfaatkan layanan gratis. Jalan santai dan senam bersama dirancang untuk mendorong aktivitas fisik ringan, yang krusial bagi lansia yang rentan terhadap hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Selain itu, peserta menerima penyuluhan tentang gizi seimbang, pencegahan tuberkulosis (TBC), dan deteksi dini penyakit kronis. Pemeriksaan kesehatan gratis mencakup pengukuran tekanan darah, tes gula darah, dan konsultasi dasar, yang menjadi highlight acara. Sebagai apresiasi, 10 peserta tersakit—yaitu lansia bebas hipertensi atau diabetes yang menyelesaikan jalan santai tepat waktu—mendapat hadiah berupa alat kesehatan rumah tangga.

Dr. Jansje Grace Makisurat, Kepala Dinkes PPU, menekankan prioritas pada lansia sebagai penyumbang terbesar kasus penyakit kronis di Indonesia. “Lansia ini kadang dianggap seperti warga negara kelas dua padahal mereka penyumbang terbesar kasus hipertensi, diabetes, dan penyakit lainnya. Karena itu, kami ingin mendorong mereka aktif bergerak melalui senam dan jalan santai, sekaligus memberikan penyuluhan agar hidup lebih sehat,” ujar dr. Jansje, seperti dikutip dari https://poltekkespenajampaserutara.org. Ia juga menyoroti upaya lapangan untuk tingkatkan deteksi TBC, di mana Indonesia menduduki peringkat kedua dunia, dan berharap pendekatan berbasis lansia ini akan tingkatkan kesadaran pencegahan. “Kami yakin, dengan kesadaran kolektif, lansia bisa tetap sehat, mandiri, dan produktif.”

Poltekkes Kemenkes Penajam Paser Utara, sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, memainkan peran krusial dalam acara ini. Meskipun tidak disebut secara eksplisit sebagai penyelenggara utama, Poltekkes terlibat melalui pengabdian mahasiswa dan dosen dalam pelayanan kesehatan gratis dan penyuluhan. Direktur Poltekkes PPU, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa institusi ini siap jadi mitra utama Dinkes untuk program serupa. “Mahasiswa kami dari Jurusan Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat turun langsung mendampingi pemeriksaan dan senam lansia. Ini bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) kami, sekaligus pengabdian untuk tingkatkan derajat kesehatan lansia yang sering terabaikan,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga berkontribusi dalam edukasi pencegahan TBC, dengan distribusi leaflet dan demo cuci tangan pakai sabun yang disesuaikan untuk lansia.

Acara ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa lansia adalah aset bangsa yang perlu perhatian khusus. Dengan kegiatan seperti jalan santai dan pemeriksaan gratis, Dinkes PPU dan Poltekkes Penajam Paser Utara berhasil menggerakkan 1.200 warga untuk aktif jaga kesehatan. Ke depan, Poltekkes rencanakan kolaborasi lanjutan dengan program senam lansia rutin di 10 puskesmas, terintegrasi dengan skrining kesehatan tahunan. Di Penajam Paser Utara, yang sedang menuju Ibu Kota Nusantara, kesehatan lansia bukan lagi isu pinggiran, tapi prioritas nasional. HKN ke-61 ini membuktikan: dengan gotong royong, lansia bisa tetap sehat dan mandiri—untuk Indonesia Hebat.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita