Poltekkes Muara Bungo Beri Penyuluhan Kesehatan untuk Lansia: Edukasi Pencegahan Penyakit

Poltekkes Muara Bungo Beri Penyuluhan Kesehatan untuk Lansia: Edukasi Pencegahan Penyakit

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, terus menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan lansia melalui berbagai program pengabdian masyarakat. Pada Kamis, 27 November 2025, di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB & P3A) Kabupaten Bungo menggelar penyuluhan kesehatan khusus untuk ibu-ibu lansia. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi masyarakat setempat, terutama lansia usia 60 tahun ke atas yang rentan terhadap berbagai penyakit. Yang istimewa, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Muara Bungo turut berpartisipasi aktif dengan mengerahkan tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, memberikan dukungan teknis berupa edukasi interaktif dan demonstrasi praktik perawatan diri. Kolaborasi ini melibatkan juga Program Jensus B2KB PT KA dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), menjadikan acara sebagai wujud sinergi lintas sektor untuk mewujudkan lansia sehat dan mandiri.


Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia tentang pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan cedera, serta pentingnya pemeriksaan medis dini. Di tengah tantangan demografis Indonesia yang memasuki bonus demografi, lansia sering kali mengalami masalah seperti hipertensi, diabetes, osteoporosis, dan gangguan mobilitas akibat kurangnya akses informasi dan fasilitas kesehatan di daerah pedesaan seperti Bungo. Direktur Poltekkes Kemenkes Muara Bungo, Dr. Hj. Rina Sari, M.Kes, menekankan peran institusinya dalam kegiatan ini. “Lansia adalah aset berharga bangsa. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa kami tidak hanya menyampaikan teori, tapi juga praktik langsung seperti latihan senam lansia sederhana dan pengukuran tekanan darah mandiri. Ini bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) kami untuk membekali generasi muda dengan empati terhadap kelompok rentan,” ujar Dr. Rina dikutip https://poltekkesmuarabungo.org.

Acara dibuka oleh penyuluh Dinsos P2KB & P3A Kabupaten Bungo, Taufik, yang memimpin sesi edukasi utama. Dengan gaya sederhana dan mudah dipahami, Taufik menjelaskan bahwa usia 60 tahun ke atas sangat rentan terhadap penyakit. “Karena itu, kami memberikan edukasi tentang cara menjaga kesehatan, mencegah cedera, dan pentingnya melakukan kontrol kesehatan pertama. Jika ada keluhan sekecil apa pun, lansia harus segera memeriksakan diri,” tegas Taufik, seperti dikutip dari laman Faktabungo.com. Topik yang dibahas mencakup pola makan sehat berbasis makanan lokal seperti ikan sungai dan sayur daun untuk mencegah malnutrisi, olahraga ringan untuk menjaga kekuatan otot, serta pencegahan jatuh akibat lingkungan rumah yang tidak ramah lansia. Tim Poltekkes menambahkan demonstrasi praktis, seperti teknik pernapasan dalam untuk mengatasi sesak napas dan cara mengenali gejala stroke dini, yang disambut antusias oleh puluhan ibu lansia yang hadir.

Kegiatan ini tidak bersifat rutin di satu lokasi setiap bulan, melainkan bergilir untuk memastikan jangkauan merata ke seluruh dusun di Bungo. “Hari ini di Sungai Mengkuang, besok kami bergerak ke lokasi lain. Bahkan besok pagi ada dua kegiatan penyuluhan lagi. Ini bagian dari upaya kami memastikan edukasi bisa diterima secara merata,” tambah Taufik. Partisipasi Poltekkes Muara Bungo memperkaya acara dengan elemen inovatif, seperti distribusi leaflet bergambar dan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator. Sekitar 20 mahasiswa terlibat, yang tidak hanya menyampaikan materi tapi juga mendengarkan cerita lansia tentang tantangan sehari-hari, seperti kesulitan akses transportasi ke puskesmas. Hasilnya, banyak peserta berjanji untuk menerapkan saran, seperti memeriksa kesehatan rutin setiap bulan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kolaborasi ini selaras dengan program nasional Kementerian Kesehatan untuk penuaan sehat (healthy aging), di mana Bungo menargetkan penurunan angka lansia berisiko penyakit kronis hingga 15% pada 2026. Di Sungai Mengkuang, yang mayoritas penduduknya petani subsisten, akses kesehatan sering terhambat oleh medan sulit dan biaya. Oleh karena itu, penyuluhan seperti ini menjadi penyelamat, mencegah kasus darurat yang bisa membebani keluarga. Seorang lansia bernama Mak Sari (68) berbagi pengalaman: “Dulu saya abaikan nyeri sendi, tapi hari ini belajar cara pijat sederhana dari anak muda Poltekkes. Alhamdulillah, sekarang tahu harus ke puskesmas kalau gejala muncul.”

Ke depan, Poltekkes Muara Bungo berencana memperluas program ini ke desa-desa lain di Bungo, dengan integrasi teknologi seperti aplikasi monitoring kesehatan lansia berbasis Android yang dikembangkan mahasiswa. Kolaborasi dengan Dinsos P2KB & P3A juga akan ditingkatkan melalui pelatihan kader lansia untuk menjadi duta kesehatan di komunitas. Inisiatif ini bukan hanya edukasi, tapi juga investasi sosial untuk generasi emas yang lebih panjang umur dan produktif. Dengan semangat gotong royong, Bungo membuktikan bahwa kesehatan lansia adalah tanggung jawab bersama—dari pemerintah, pendidikan, hingga masyarakat. Mari dukung upaya ini agar setiap lansia bisa menikmati masa tua dengan bahagia dan sehat.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita