Perjalanan Hijrah Gary Iskak Menyentuh Hati, Tak Pernah Tinggalkan Sholat hingga Tutup Usia

Perjalanan Hijrah Gary Iskak Menyentuh Hati, Tak Pernah Tinggalkan Sholat hingga Tutup Usia

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air setelah aktor Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan motor pada Sabtu, 29 November 2025. 

Kepergian Gary tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga meninggalkan kisah perubahan hidup yang menginspirasi. Publik mengenang dirinya sebagai pribadi yang telah hijrah dan konsisten memperbaiki diri hingga akhir hayat.



Ya, Gary Iskak merupakan salah seorang artis yang memutuskan untuk hijrah. Dalam proses perubahan diri menjadi lebih baik itu, Gary diketahui berupaya untuk tidak pernah meninggalkan sholat dan itu dilakukan sampai ajal tiba. 

Seperti apa proses hijrah Gary Iskak yang menuai banyak pujian sahabat artis? Berikut ulasan selengkapnya. 


Perjalanan Hijrah Gary Iskak

Sebelum dikenal sebagai sosok yang religius di tahun-tahun terakhir hidupnya, Gary Iskak melewati masa muda yang penuh gejolak. Ya, dia mengakui masa remajanya diwarnai berbagai kenakalan, gaya hidup bebas, hingga persoalan serius yang memengaruhi karier serta kesehatannya.

Gary sempat tersandung kasus narkoba dan menjalani perawatan medis akibat hepatitis C hingga kanker hati. Di tengah masa-masa sulit itu, Gary tetap aktif di dunia hiburan sejak awal 2000-an melalui film Bintang Jatuh hingga berbagai judul sinetron dan film layar lebar lainnya. 


Namun perjalanan panjang di industri hiburan tidak lantas membuat kehidupannya stabil. Hingga akhirnya Gary memutuskan untuk hijrah, dan memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik.


Titik Balik: Gary Iskak Taubat Nasuha

Pintu perubahan datang ketika Gary merasa hidupnya berjalan ke arah yang salah. Titik balik itu membuat dia memutuskan hijrah dan melakukan taubat nasuha. Dalam pengakuannya, Gary merasa ingin meninggalkan masa lalu dan memperbaiki diri sepenuhnya.

Perubahan itu bukan sekadar simbolis. Ia mulai menjauhi aktivitas negatif, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan mendekatkan diri pada agama. Perubahan yang paling terlihat adalah konsistensinya menjalankan ibadah sholat dan mengubah gaya hidup.

Dalam beberapa laporan media, sahabat dekat menyebut Gary hampir tidak pernah meninggalkan ibadah setelah hijrah. Dia juga mengajak keluarganya menata ulang kehidupan spiritual, termasuk istrinya, Richa Novisha, yang turut berproses bersama.

Kecelakaan Tragis dan Detik-Detik Kepergian

Pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, Gary mengendarai sepeda motor di Jalan Kesehatan Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi menyatakan motor yang dikendarainya hilang kendali hingga menabrak pohon di depan sebuah tempat pencucian mobil. Tubuhnya terpelanting ke jalan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Meski mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong. Pihak rumah sakit menyatakan Gary meninggal dunia pukul 09.24 WIB. Setelah proses administratif, jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada hari yang sama.

Kepergian Gary dalam keadaan sudah berhijrah menjadi sorotan publik. Banyak yang mengenangnya sebagai pribadi yang berhasil keluar dari masa lalu kelam dan menjalani hidup lebih tenang, religius, dan fokus pada keluarga.

Kisah hijrahnya kini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa perubahan selalu mungkin, bahkan ketika masa lalu dipenuhi kesalahan

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita