Poltekkes Penajam Tingkatkan Layanan Kesehatan Demi Dukung IKN

Poltekkes Penajam Tingkatkan Layanan Kesehatan Demi Dukung IKN

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), semakin memperkuat infrastruktur kesehatan untuk mendukung pembangunan nasional. Pemerintah pusat memberikan bantuan dana sebesar Rp46 miliar untuk percepatan peningkatan fasilitas layanan kesehatan, menjadikan PPU siap menyongsong gelombang penduduk baru di IKN. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Penajam Paser Utara memainkan peran krusial sebagai mitra strategis, dengan fokus mencetak tenaga kesehatan kompeten dan mendukung implementasi program melalui pendidikan vokasi. Inisiatif ini bukan hanya soal bangunan, tapi juga pemerataan akses medis bagi warga lokal dan migran IKN.


Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyatakan bahwa bantuan dana ini merupakan komitmen konkret pemerintah pusat. “Pemerintah pusat memberikan dukungan dana untuk percepatan peningkatan fasilitas layanan kesehatan menyongsong IKN. Ini komitmen pemerintah pusat mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di daerah,” ujar Mudyat Noor, seperti dikutip dari https://poltekkespenajam.org. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung layanan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Gedung ini ditargetkan rampung akhir 2025, diikuti pengadaan peralatan seperti computer tomography (CT Scan) dan catheterization laboratory (Cathlab) pada 2026, sehingga operasi pemasangan ring jantung bisa dilakukan mulai awal 2027.

Poltekkes Kemenkes Penajam Paser Utara, sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kemenkes, menjadi tulang punggung dalam mengoptimalkan sumber daya manusia untuk program ini. Direktur Poltekkes PPU, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menekankan peran institusi ini dalam mencetak tenaga kesehatan siap pakai. “Kolaborasi dengan Pemkab dan Kemenkes memungkinkan kami tingkatkan kurikulum untuk spesialisasi jantung dan layanan primer. Mahasiswa kami melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) akan mendampingi operasional RSUD, memastikan layanan merata di pedalaman PPU,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga terlibat dalam pelatihan 100 kader posyandu untuk skrining kesehatan dasar, mendukung target UHC (Universal Health Coverage) 95 persen di PPU.

Inisiatif ini juga mencakup peningkatan infrastruktur RSUD Sepaku di kawasan IKN dan puskesmas, untuk tangani lonjakan pasien. Tantangan utama adalah akses di wilayah terpencil, di mana jarak ke RSUD bisa mencapai 100 km. Dengan Rp46 miliar, Pemkab PPU rencanakan posko kesehatan mobile berbasis drone untuk distribusi obat darurat. “Layanan kesehatan IKN harus prima, mulai dari pencegahan stunting hingga penanganan jantung koroner yang naik 15 persen di PPU,” tambah Mudyat Noor.

Kolaborasi Poltekkes PPU dengan Pemkab menjadi model sukses pemerataan kesehatan. Di PPU, yang bakal jadi gerbang IKN, peningkatan fasilitas ini bukan hanya infrastruktur, tapi investasi SDM. Dengan dukungan Poltekkes, PPU siap sambut 1 juta penduduk IKN—sehat dan produktif.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita