Poltekkes Aceh Gagas Komunitas Relaktasi: Langkah Inovatif Dorong Cakupan ASI Eksklusif Menuju Generasi Sehat

Poltekkes Aceh Gagas Komunitas Relaktasi: Langkah Inovatif Dorong Cakupan ASI Eksklusif Menuju Generasi Sehat

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh terus berkomitmen memperkuat program kesehatan ibu dan anak melalui inisiatif inovatif yang berfokus pada peningkatan cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Pada Kamis, 7 Agustus 2025, Poltekkes Aceh menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Acara ini menargetkan pembentukan komunitas relaktasi sebagai solusi praktis untuk mendukung ibu menyusui yang mengalami kendala, sekaligus edukasi bagi kader kesehatan masyarakat dan ibu hamil trimester ketiga. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana institusi pendidikan vokasi seperti Poltekkes berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan primer untuk mewujudkan target nasional cakupan ASI eksklusif mencapai 100% pada 2025, sebagaimana diamanatkan Kementerian Kesehatan.



Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Koordinator Bidan Puskesmas Indrapuri, Bdn Farqiah S.Keb, ini melibatkan tim dosen dari Jurusan Kebidanan dan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh. Dipimpin oleh Ketua Pelaksana Tim, Bdn Yusnaini SST, M.Kes, acara diikuti oleh puluhan peserta yang aktif berpartisipasi melalui sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman. Tim pendukung meliputi pakar kesehatan masyarakat seperti Cut Yuniwati SKM, M.Kes; Iin Fitraniar SST, MKM; dan Lia Lajuna SKM, MPH, serta ahli kebidanan Bdn Kartinazhri SST, M.Keb, dan ahli gizi Ampera Miko DNCom, MM. Pendekatan interaktif ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tapi juga mampu menerapkannya langsung di komunitas.

Bdn Farqiah S.Keb menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Poltekkes. "Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Dosen Jurusan Kebidanan dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh terhadap inisiatif pembentukan komunitas relaktasi sebagai upaya inovatif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak," ujarnya dikutip https://www.poltekkesacehkab.org. Sementara itu, Bdn Yusnaini menyoroti urgensi program ini. "Cakupan ASI eksklusif masih belum optimal, padahal ASI eksklusif sangat penting untuk kesehatan bayi dan ibu," tegasnya. Ia menjelaskan bahwa banyak ibu mengalami kesulitan awal menyusui atau terpaksa berhenti karena faktor seperti kembali bekerja atau kondisi kesehatan. "Dan melalui pembentukan komunitas relaktasi ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan awareness dan dukungan praktis bagi ibu menyusui," tambahnya.

Relaktasi, sebagai proses memulihkan produksi ASI setelah sempat terhenti, menjadi fokus utama edukasi. Bdn Yusnaini menekankan, "Banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui atau terpaksa berhenti menyusui dan tidak mengetahui bahwa mereka dapat kembali menyusui melalui proses relaktasi. Oleh sebab itu, edukasi tentang relaktasi sangat diperlukan untuk memberikan harapan dan solusi." Manfaat ASI eksklusif pun digarisbawahi: ASI adalah makanan terbaik untuk bayi baru lahir hingga usia enam bulan, kaya nutrisi, antibodi, dan faktor pertumbuhan yang melindungi dari infeksi, diare, dan alergi. Bagi ibu, menyusui membantu pemulihan pasca-melahirkan, menurunkan risiko kanker payudara, dan mengatur hormon. Di Aceh, di mana angka stunting masih menjadi tantangan, peningkatan cakupan ASI eksklusif bisa menekan malnutrisi kronis hingga 20%, menurut data Kemenkes.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tapi langkah konkret membangun jaringan dukungan. Komunitas relaktasi yang dibentuk akan berfungsi sebagai forum bagi ibu menyusui untuk berbagi tips, seperti teknik pompa ASI, manajemen laktasi saat bekerja, dan dukungan emosional dari sesama. Mahasiswa Poltekkes Aceh, melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), akan terlibat mendampingi komunitas ini, memastikan keberlanjutan program. "Kami ingin menciptakan ekosistem di mana setiap ibu merasa didukung untuk memberikan ASI eksklusif," kata Bdn Yusnaini.

Ke depan, Poltekkes Kemenkes Aceh berencana memperluas inisiatif ini ke puskesmas lain di Aceh Besar dan sekitarnya, dengan target membentuk 10 komunitas relaktasi hingga akhir 2025. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Aceh juga akan ditingkatkan untuk integrasi dengan program Posyandu dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Inisiatif ini selaras dengan Hari ASI Sedunia yang dirayakan setiap 1-7 Agustus, mengingatkan bahwa ASI adalah hak dasar anak untuk tumbuh kembang optimal.

Upaya Poltekkes Aceh ini menjadi inspirasi bagi daerah lain, membuktikan bahwa pendidikan kesehatan vokasi bisa menjadi katalisator perubahan sosial. Dengan komunitas relaktasi sebagai jembatan, cakupan ASI eksklusif di Aceh diharapkan melonjak, menciptakan generasi Aceh yang sehat, cerdas, dan tangguh. Mari dukung ibu menyusui—karena setiap tetes ASI adalah investasi masa depan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita