Poltekkes Tenggarong Minta Warga Waspada COVID-19

Poltekkes Tenggarong Minta Warga Waspada COVID-19

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, kembali berada di garis depan kewaspadaan terhadap pandemi COVID-19 setelah kasus positif terdeteksi di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Tenggarong, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di Kutai Kartanegara, segera menggelar sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Direktur Poltekkes Tenggarong, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menekankan bahwa pencegahan dini melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah kunci utama menghadapi potensi lonjakan kasus. “Warga Tenggarong harus waspada, tapi tetap tenang. COVID-19 belum hilang sepenuhnya; kita perlu tingkatkan imunisasi dan isolasi mandiri jika terpapar,” ujar Dr. Siti dikutip https://poltekkestenggarong.org.


Himbauan ini muncul seiring kabar masuknya COVID-19 ke Kaltim, yang memicu kekhawatiran di Kutai Kartanegara sebagai gerbang utama provinsi. Meskipun data spesifik kasus di Kukar belum dirilis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk siaga penuh. Poltekkes Tenggarong, yang berlokasi strategis di Tenggarong, langsung merespons dengan mengirimkan tim mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat untuk sosialisasi di 10 desa prioritas seperti Tenggarong Hilir dan Kota Bangun. Kegiatan ini melibatkan 100 mahasiswa melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), mendistribusikan masker, hand sanitizer, dan leaflet pencegahan, sambil mendidik warga tentang gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Dr. Siti Nurhaliza menambahkan bahwa Poltekkes Tenggarong siap jadi mitra utama Dinkes Kukar dalam deteksi dini. “Kami punya laboratorium untuk tes antigen cepat dan edukasi vaksinasi booster. Di Tenggarong, di mana mobilitas tinggi karena perkebunan dan sungai, penularan bisa cepat. Warga harus patuhi 5M: Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas.” Sosialisasi ini juga menyasar kelompok rentan seperti lansia dan anak sekolah, dengan target 2.000 warga dalam seminggu pertama.

Dinkes Kukar, melalui Kepala Bidan Puskesmas Tenggarong, Ns. Rina Sari, mendukung himbauan Poltekkes. “Kami koordinasi dengan Poltekkes untuk tracing kontak jika ada kasus baru. Warga jangan panik, tapi tetap patuh protokol. Vaksinasi lengkap adalah senjata terbaik,” katanya. Data Kemenkes menunjukkan Kaltim catat 50 kasus baru COVID-19 per minggu, dengan Kutai Kartanegara sebagai hotspot potensial karena lalu lintas orang.

Poltekkes Tenggarong juga rencanakan workshop online untuk kader posyandu pada 20 Desember 2025, fokus isolasi mandiri dan nutrisi pendukung imun. “COVID-19 mengajarkan kita kesiapsiagaan. Dengan himbauan ini, Tenggarong bisa jadi contoh daerah tangguh,” pungkas Dr. Siti Nurhaliza. Himbauan Poltekkes Tenggarong jadi panggilan aksi: waspada, tapi optimis—untuk Kutai Kartanegara sehat dan bebas pandemi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita