Poltekkes Kota Banjarmasin Ingatkan Bahaya Merokok di Dalam Rumah

Poltekkes Kota Banjarmasin Ingatkan Bahaya Merokok di Dalam Rumah

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kota Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian masyarakat yang fokus pada peningkatan kesadaran kesehatan keluarga. Pada 23 April dan 23 Mei 2025, Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Banjarmasin menggelar kegiatan bertajuk "Pelatihan dan Pendampingan Kepala Keluarga Tentang Bahaya Merokok di Dalam Rumah" di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Acara ini berhasil melibatkan 30 kepala keluarga (KK) pada sesi pertama dan 10 KK pada sesi kedua, menjadi wujud nyata upaya pencegahan dampak rokok terhadap kesehatan anggota keluarga, khususnya anak dan istri. Dengan pendekatan partisipatif, program ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong perubahan perilaku berkelanjutan untuk ciptakan rumah tangga bebas asap rokok.


Kegiatan ini dipimpin oleh Evi Risa Mariana, AMK SPd, MPd, selaku ketua tim, didampingi Dr. Juanda, SKM, M.Kes, dan Erminawati, SPd, MPd. Tim juga dibantu tiga mahasiswa Keperawatan: Muhammad Nurpandu Islamic, Muhammad Herliani, dan Danda Rizwar; serta dua mahasiswa Kesehatan Lingkungan: Mohammad Raffi dan Aulia Najmah. Sesi pertama pada 23 April 2025 dihadiri Lurah Sungai Tiung, Ferdy Chandra Budiman, S.STP, MA, dan Kasi Pemerintahan Amrullah, SE. Metode yang digunakan mencakup pre-test untuk ukur pengetahuan awal, pelatihan interaktif tentang bahaya merokok di rumah, dan post-test untuk evaluasi perubahan sikap. Hasilnya mencatat 70 persen peserta (23 dari 30 orang) menunjukkan peningkatan kesadaran, membuktikan efektivitas pendekatan konseling partisipatif.

Pada sesi kedua, 10 KK secara sukarela mengikrarkan rumah tangga bebas asap rokok, ditandai dengan pemasangan stiker dan poster bertuliskan "Rumah Bebas Asap Rokok". Tim Poltekkes juga membuat video dokumentasi yang mencakup ikrar, pemasangan poster, dan testimoni keluarga tentang manfaat lingkungan sehat. Video ini disebarkan melalui media sosial dan lokal untuk inspirasi komunitas lebih luas. Evi Risa Mariana, ketua tim, menjelaskan tujuan program. “Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kepala keluarga mengenai bahaya merokok di dalam rumah terhadap kesehatan keluarga,” ujarnya, seperti dikutip dari https://poltekkes-kotabanjarmasin.org. Ia menambahkan bahwa asap rokok kedua (secondhand smoke) berbahaya bagi anak dan istri, menyebabkan risiko infeksi pernapasan, asma, dan kanker paru jangka panjang.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Kota Banjarmasin, sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, membuktikan peran strategisnya dalam pengabdian masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan, Poltekkes tidak hanya mencetak tenaga ahli, tapi juga terlibat langsung dalam program seperti ini melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Direktur Poltekkes Banjarmasin, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pengabdian ini bagian dari pengabdian kami. Di Banjarmasin, di mana prevalensi perokok aktif mencapai 35 persen, asap rokok di rumah ancam 40 persen anak usia dini. Mahasiswa kami belajar sambil mengabdi, edukasi kepala keluarga tentang manfaat rumah bebas asap, seperti tingkatkan imunitas anak 20 persen,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga sediakan layanan skrining pernapasan gratis di kampus, mendeteksi 50 kasus asma ringan sejak April 2025 untuk rujukan ke puskesmas.

Dampak kegiatan ini langsung terasa: 70 persen peserta menunjukkan perubahan sikap, dengan 10 keluarga ikrar bebas asap rokok. Video dokumentasi menjadi alat diseminasi luas, inspirasi 200 keluarga lain di Sungai Tiung. Ke depan, Poltekkes Banjarmasin rencanakan workshop bulanan untuk 200 kepala keluarga, terintegrasi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Di Cempaka, di mana kepadatan penduduk tinggi, pengabdian seperti ini krusial untuk pembangunan SDM. Dengan program Poltekkes, rumah bebas asap bukan lagi mimpi, tapi realitas—untuk Banjarmasin sehat dan keluarga lestari.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita