Poltekkes Kalimantan Utara Imbau Warga Hidup Bersih dan Sehat: Respons Kenaikan COVID-19

Poltekkes Kalimantan Utara Imbau Warga Hidup Bersih dan Sehat: Respons Kenaikan COVID-19

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Kalimantan Utara (Kaltara), Provinsi Kalimantan Utara, tetap berada di zona hijau penularan COVID-19 meskipun tren kasus meningkat di beberapa negara Asia. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui imbauan kuat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kalimantan Utara, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, turut mengimbau warga untuk rajin cuci tangan, gunakan masker di tempat ramai, dan periksa kesehatan jika ada gejala pernapasan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya preventif nasional, merespons Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor HK.02.02/I/2666/2025 tanggal 23 Mei 2025, yang menekankan kewaspadaan terhadap varian baru di Asia.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Yuan Erenst, menjelaskan bahwa SE Kemenkes telah disebarkan ke seluruh kabupaten/kota sebagai pedoman lokal. “Kami telah meneruskan SE dari Kemenkes agar menjadi pedoman bagi kabupaten/kota dalam menyikapi tren kenaikan kasus di beberapa negara Asia. Ini untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah,” ujar Yuan Erenst, seperti dikutip dari https://poltekkeskalimantanutara.org. Ia menambahkan bahwa meskipun Kaltara belum melaporkan kasus baru, masyarakat sudah lebih sadar berkat pengalaman pandemi sebelumnya. “Masyarakat sudah mengetahui dan waspada, terutama dengan menerapkan PHBS dan kebiasaan mencuci tangan.”

Poltekkes Kemenkes Kalimantan Utara, yang berbasis di Tarakan, memainkan peran aktif dalam memperkuat imbauan ini melalui program pengabdian masyarakat. Direktur Poltekkes Kaltara, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa lembaga ini siap jadi mitra utama Dinkes untuk sosialisasi lapangan. “Kami himbau warga terapkan PHBS secara konsisten: cuci tangan dengan sabun 40 detik minimal 6 kali sehari, pakai masker di keramaian, dan jaga jarak. Mahasiswa kami turun ke desa-desa melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk edukasi pencegahan, terutama di wilayah perbatasan seperti Nunukan yang rawan mobilitas,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga sediakan layanan tes antigen gratis di kampus untuk warga berisiko, sejalan dengan SE Kemenkes.

Tren kenaikan COVID-19 di Asia menjadi pemicu utama imbauan ini. Varian dominan yang menyebar meliputi XEC dan JN.1 di Thailand; LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1) di Singapura; JN.1 di Hong Kong; serta XEC (turunan JN.1) di Malaysia, seperti diungkapkan Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Murti Utami. “Kami terus mengingatkan masyarakat melalui media sosial untuk menjaga kebersihan, memakai masker di keramaian, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika ada keluhan pernapasan,” tambah Yuan Erenst. Di Kaltara, fokus pencegahan adalah kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid, dengan promosi vaksinasi booster dan tes rutin di puskesmas.

Dampak imbauan Poltekkes dan Dinkes terasa: survei internal menunjukkan kepatuhan PHBS naik 75 persen di Tarakan sejak Mei 2025. Ke depan, Poltekkes rencanakan workshop bulanan untuk 500 kader desa, terintegrasi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dengan kewaspadaan seperti ini, Kaltara tetap jadi zona aman—untuk masyarakat sehat dan siap hadapi tantangan global.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita