Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Politeknik Kesehatan Kemenkes Kutai Kartanegara (Poltekkes Kutai Kartanegara) berhasil mengembangkan inovasi pangan lokal berupa PMT Kroket Tinggi Protein. Produk ini diciptakan khusus untuk membantu pencegahan stunting di tingkat desa.
Menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapat seperti singkong, ikan air tawar, tahu, dan sayuran, mahasiswa mengolahnya menjadi kroket yang bergizi, enak, dan menarik bagi anak-anak. Inovasi ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan asupan protein dan kalori balita berisiko stunting.
Keunggulan Kroket PMT Inovasi Mahasiswa
Kroket buatan mahasiswa KKN ini memiliki beberapa keunggulan:
- Tinggi protein dari ikan dan tahu
- Mengandung karbohidrat dari singkong sebagai sumber energi
- Kaya serat dan vitamin dari sayuran lokal
- Tanpa bahan pengawet kimia
- Harga terjangkau dan mudah dibuat oleh masyarakat
“Kami ingin membuktikan bahwa cegah stunting bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang melimpah. Kroket ini tidak hanya bergizi, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu di desa,” ujar salah satu mahasiswa KKN Poltekkes Kutai Kartanegara.
Dampak di Tingkat Desa
Selain memproduksi kroket, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada kader Posyandu dan ibu rumah tangga tentang cara pembuatan, pengemasan, serta pentingnya pemberian makanan tambahan yang bergizi. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting melalui peningkatan diversifikasi pangan dan intervensi gizi spesifik.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Poltekkes Kutai Kartanegara dapat diakses melalui situs resmi poltekkeskutaikartanegara.org
Inovasi mahasiswa KKN ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di desa-desa lain. Langkah kreatif seperti ini menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam membangun generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.
Pangan lokal berkualitas, generasi emas terwujud!
