Politeknik Kesehatan Kemenkes Nangapinoh (Poltekkes Nangapinoh) meluncurkan mindset baru bagi mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat Kampus (PMK) bertajuk “Serving > Flexing”. Mindset ini mendorong mahasiswa untuk lebih mengutamakan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat daripada sekadar pamer pencapaian atau gaya hidup.
Melalui orientasi dan pembekalan PMK terbaru, ratusan mahasiswa diajak untuk mengubah cara berpikir. Bukan lagi fokus pada “flexing” prestasi di media sosial, tetapi lebih pada “serving” — melayani masyarakat dengan tulus, terutama di bidang kesehatan di wilayah Kabupaten Melawi.
Makna Mindset Serving > Flexing
- Serving: Mengutamakan pengabdian, empati, dan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Flexing: Mengurangi budaya pamer kekayaan, prestasi, atau gaya hidup yang berlebihan.
- Mahasiswa diajarkan bahwa nilai sejati seorang tenaga kesehatan terletak pada dedikasi dan dampak yang diberikan, bukan pada jumlah likes atau penampilan semata.
Kegiatan PMK dengan mindset baru ini akan diisi dengan program nyata seperti edukasi kesehatan, posyandu, skrining penyakit, dan pemberdayaan masyarakat di daerah pelosok. Para mahasiswa juga dibekali pelatihan karakter, etika profesi, dan kepemimpinan berbasis pelayanan.
“Sebagai calon tenaga kesehatan, kita harus membalikkan paradigma. Serving harus lebih besar daripada flexing. Inilah yang kami tanamkan kepada seluruh mahasiswa PMK Poltekkes Nangapinoh,” ujar salah satu pimpinan kampus.
Persiapan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Nyata
Dengan mindset ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki hati yang melayani. Program PMK akan menjadi wadah utama untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut langsung di tengah masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Poltekkes Nangapinoh dapat diakses melalui situs resmi poltekkesnangapinoh.org
Mindset “Serving > Flexing” diharapkan menjadi budaya baru di kalangan mahasiswa Poltekkes Nangapinoh, mencetak generasi tenaga kesehatan yang rendah hati, berdedikasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebuah langkah positif menuju pendidikan kesehatan yang lebih bermakna!
