Poltekkes Kemenkes Nunukan aktif melakukan sosialisasi pengolahan sampah organik kepada masyarakat di wilayah Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya mengelola sampah rumah tangga menjadi barang yang bermanfaat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi volume sampah dan mencegah pencemaran lingkungan.
Mahasiswa dan dosen Poltekkes Nunukan mengajarkan teknik pengomposan sederhana, pembuatan pupuk organik cair (POC), serta pemanfaatan limbah dapur menjadi biogas skala rumah tangga. Peserta sosialisasi diajak praktik langsung membuat komposter dari barang bekas dan memahami manfaat pengolahan sampah organik bagi kesehatan dan kesuburan tanah.
Baca informasi resmi dan update terkini Poltekkes Kemenkes Nunukan di: poltekkesnunukan.org
Kegiatan sosialisasi ini juga menekankan hubungan antara pengelolaan sampah dengan kesehatan masyarakat. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit dan mencemari air tanah. Melalui edukasi ini, Poltekkes Nunukan berharap masyarakat dapat mandiri mengolah sampah sendiri di rumah masing-masing.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga turun langsung ke masyarakat. Pengolahan sampah organik adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai tenaga kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar salah satu dosen pembimbing.
Masyarakat Nunukan menyambut positif program ini. Banyak peserta yang langsung mencoba membuat komposter di rumah mereka dan berencana menyebarkan ilmu tersebut ke tetangga sekitar.
Dengan adanya sosialisasi ini, Poltekkes Nunukan semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang peduli lingkungan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di daerah perbatasan.
