Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pulau Pramuka menggelar pelatihan pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan bakar alternatif untuk pengolahan ikan asap bagi warga Kepulauan Seribu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan limbah kelapa yang melimpah menjadi sumber ekonomi yang ramah lingkungan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan teknik pengolahan sabut kelapa menjadi arang aktif dan briket yang efisien untuk proses pengasapan ikan. Metode ini dinilai lebih hemat, menghasilkan asap yang stabil, serta memberikan cita rasa ikan asap yang lebih baik dibandingkan penggunaan kayu bakar konvensional. Selain itu, penggunaan sabut kelapa juga membantu mengurangi limbah kelapa di pulau-pulau kecil.
Baca informasi resmi dan update terkini Poltekkes Kemenkes Pulau Pramuka di: poltekkespulaupramuka.org/
Ketua tim pengabdian masyarakat Poltekkes Pulau Pramuka menyatakan bahwa inovasi ini sangat relevan dengan kondisi kepulauan yang kaya akan kelapa namun minim sumber daya kayu. “Kami ingin warga tidak hanya mengolah ikan, tapi juga bisa menciptakan nilai tambah dan menjaga kelestarian lingkungan pulau,” ujarnya.
Warga peserta pelatihan sangat antusias dan langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Banyak di antaranya berencana menerapkan teknik ini untuk meningkatkan produksi ikan asap sebagai produk unggulan daerah yang siap dipasarkan ke Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Poltekkes Pulau Pramuka dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis potensi lokal dan ekonomi biru.
